Dua Pungga Sada Ihotan

Ester Napitupulu | Minggu, 17 April 2016 01:04:00

Lelaki yang menikahi Gadis, Adiknya Lelaki tak boleh lagi nikahi Adiknya siGadis. Batakgaul.com
Lelaki yang menikahi Gadis, Adiknya Lelaki tak boleh lagi nikahi Adiknya siGadis. Batakgaul.com

Dua pungga sada ihotan (dua batu asahan satu ikatan) adalah analogi untuk larangan pernikahan antara dua laki-laki bersaudara dengan dua perempuan bersaudara.

Artinya, jika seorang laki-laki sudah menikahi seorang perempuan, saudara kandung si laki-laki itu tidak boleh menikah lagi dengan saudara kandung si perempuan. Dengan demikian, tidak boleh seseorang dan saudara kandungnya mempunyai mertua yang sama.

Menurut ahli adat Batak dari Belanda, JC Vergouwen, larangan ini berkaitan dengan larangan saling menyapa yang berlaku di dalam hubungan tertentu. Misalnya, antara istri adik lelaki (anggi boru) yang tidak diperkenankan berbicara dengan abang suami (haha doli).

Nah, bila adik perempuannya menikah dengan saudara perempuan istrinya, maka akan terjadi perubahdan dan persitilahan hubungan (imbar ni partuturan). Hal ini banyak dicegah karena bisa mengacaukan partuturan (hubungan tegur sapa).