Tak Punya Cukup Uang

Ester Napitupulu | Jumat, 06 Mei 2016 21:05:11

Ilustrasi Sinamot/tokopedia
Ilustrasi Sinamot/tokopedia

Faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama kenapa para pria Batak akhirnya memilih boru Jawa, ketimbang boru Batak.

Alasan ini tidak main-main, karena harus diakui pernikahan adat Batak, misalnya Batak Toba, membutuhkan banyak biaya.

Setidaknya ada 2 (dua) elemen yang membuat biaya pernikahan adat Batak tinggi. Pertama adalah sinamot atau tuhor, yakni mas kawin dalam adat Batak Toba yang diberikan pihak laki-laki (paranak) kepada pihak perempuan (parboru) pada saat pesta pernikahan.

Dulu sinamot bisa berupa hewan ternak, namun setelah adanya mata uang, hampir semua sinamot sekarang berbentuk uang. Ya, sekali lagi UANG! :)

Uang sinamot inilah yang kerap memberatkan pria Batak untuk mempersunting Boru Ni Raja. Apalagi jika tuntutan keluarga pihak perempuan terlalu tinggi. Bisa-bisa rencana pernikahan akhirnya batal.

Elemen utama kedua biaya pernikahan adat Batak adalah biaya pesta itu sendiri, utamanya biaya makan (katering).

Perlu diketahui, salah satu unsur penting dalam pesta nikah (unjuk) adalah persembahan daging dan nasi oleh paranak kepada parboru (pihak perempuan).

Paranak menyebut upacara itu sebagai tanggo juhut (daging dipotong-potong). Sementara, parboru dan kerabatnya menyebutnya sebagai mangallang tuhor ni boru atau mangan juhut ni boru (makan boli ni boru atau makan daging boru, arti kiasan).