4 Alasan Pria Batak Akhirnya Memilih Boru Jawa

Ester Napitupulu | Jumat, 06 Mei 2016 21:05:11

Choky Sitohang dan istrinya, Melissa Aryani/okezone.com
Choky Sitohang dan istrinya, Melissa Aryani/okezone.com

Pernikahan antarsuku sudah lama menjadi bagian masyarakat Batak. Khususnya setelah halak hita mulai merantau keluar dari kampung halamannya pada abad ke-19.

Menjadikan Pulau Jawa - utamanya Jakarta - sebagai tujuan utama, para perantau Batak akhirnya banyak yang menikah dengan suku Jawa.

Karena begitu banyaknya pernikahan antara pria Batak dan wanita Jawa kala itu, maka dikenal lah istilah ‘marboru Jawa’ (beristrikan Jawa).

Uniknya, istilah ‘boru Jawa’ tidak hanya dipakai orang Batak untuk wanita yang berasal dari suku Jawa saja. Tapi, siapapun wanita dari suku yang banyak tinggal di Pulau Jawa. Sebut saja, wanita Sunda, Betawi, dan sebagainya.

Banyak alasan pria Batak menikahi Boru Jawa, kendati sebenarnya orangtua mereka rata-rata masih menginginkan anaknya menikahi boru ni tulang (putri saudara lelaki ibu), atau setidaknya sesama orang Batak.

Alasan keinginan orangtua pun bermacam-macam, mulai dari adat sampai dengan kekhawatiran tertentu.

Lalu, apa alasan pria Batak akhirnya memilih marboru Jawa ketimbang menikah sesama Batak?

Berikut 4 (empat) alasannya: