Cepat Beradaptasi

Ester Napitupulu | Jumat, 06 Mei 2016 02:05:11

Ilustrasi beradaptasi dengan keluarga Batak/@Batakgaul
Ilustrasi beradaptasi dengan keluarga Batak/@Batakgaul

Salah satu alasan utama kebanyakan orangtua Batak tetap menginginkan putra/putrinya menikah dengan sesama halak hita adalah agar menantunya cepat beradaptasi.

Beradaptasi dengan apa? Ya apalagi kalau bukan dengan adat.

Alasan ini bisa cukup bisa diterima mengingat adat Batak memang agak beda dengan yang lain. Bayangkan saja, sebuah keluarga Batak bisa setiap akhir pekan menghadiri perkumpulan (punguan) keluarga atau acara (ulaon) adat.

Jika si menantu tidak paham atas konsekuensi kekerabatan Batak yang erat ini, bukan tidak mungkin dia akan merasa jengah.

Bayangkan saja, biasanya kalau setiap weekend dia santai-santai, setelah nikah sama orang Batak dia harus disibukkan dengan acara yang padat di akhir pekan. Tidak jarang hal ini justru berujung pada pertengkaran, dan bukan tidak mungkin mengarah ke hal yang lebih buruk.

Kekhawatiran inilah yang biasa menghantui orangtua Batak, sehingga tetap ingin putra/putrinya menikah dengan sesama halak hita.

Apakah menantu yang bukan Batak lantas tidak bisa cepat beradaptasi? Belum tentu. Hal ini sepertinya tergantung pribadi masing-masing menantu, apakah mau membuka diri untuk belajar adat Batak atau tidak.

Hanya saja kekhawatiran tidak cepat beradaptasi ini kerap menghantui para orangtua Batak.