YPDT Siap Tuntut Pemerintah atas Kerusakan Lingkungan Danau Toba

Jordan Silaban | Senin, 17 Oktober 2016 11:10:51

Keramba jaring apung milik PT Aquafarm Nusantara/regalsprings.com
Keramba jaring apung milik PT Aquafarm Nusantara/regalsprings.com

Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) siap menggugat pemerintah Indonesia terkait kerusakan lingkungan Danau Toba, Sumatera Utara. Gugatan dilakukan jika notifikasi YPDT kepada pemerintah untuk memulihkan kerusakan lingkungan danau vulkanis terbesar di dunia itu, tidak digubris.

"Apabila dalam tempo 60 hari setelah notifikasi tersebut tidak ada reaksi, maka Tim Litigasi YPDT akan melakukan tuntutan hukum terhadap Pemerintah RI secara perdata dan pidana,” kata Ketua Umum Litigasi YPDT, Robert Paruhum Siahaan, seperti dikutip dari danautoba.org, Senin (17/10).

Robert menjelaskan, desakan YPDT kepada pemerintah agar memulihkan kerusakan lingkungan Danau Toba, dilatarbelakangi temuan LSM tersebut.

(BACA: Sisa Pakan Ikan Itu Bernama Pencemaran)

YPDT menemukan penyebab kerusakan lingkungan hidup di kawasan Danau Toba karena kegiatan usaha perusahaan-perusahaan yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup. Organisasi itu menyebut 7 perusahaan yang diduga kuat sebagai perusak lingkungan yakni:

1. PT Toba Pulp Lestari (TPL)

2. PT Inalum

3. PT Aqua Farm Nusantara

4. PT Suri Tani Pemuka

5. PT Allegrindo

6. PT Gorga Duma Sari

 7. PT Simalem Resost

Untuk memperjelas temuan tersebut, Tim Litigasi YPDT sudah menyurati pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, namun tidak mendapat respons yang positif.

(LIHAT VIDEO: Ngerinya Penumpukan Pakan dan Kotoran Ikan di Danau Toba)

Walaupun pemerintah tidak mendukung rencana kerja Tim Litigasi YPDT, kata Robert, upaya pihaknya untuk memulihkan kondisi lingkungan hidup di kawasan Danau Toba akan tetap berjalan. 

"Tim Litigasi maju terus, pantang mundur,” tegas dia.