Wisata Kebun Jeruk di Karo, Nikmati dan Petik Buahnya Sendiri...

Coky Simanjuntak | Rabu, 05 April 2017 08:04:30

Ilustrasi/pixabay.com
Ilustrasi/pixabay.com

Budi daya tanaman jeruk di Kabupaten Karo dimulai tahun 1978-1979 dan mulai dikembangkan untuk tujuan wisata pada 1990-an. Menurutnya, wisatawan yang datang umumnya dari luar Kabupaten Karo dan juga wisatawan mancanegara.

Dikatakan, daerah pemasaran jeruk Berastagi selain untuk mencukup kebutuhan lokal juga dipasarkan ke Jakarta dan Bandung.

Sarjana Purba menuturkan permintaan jeruk Berastagi tetap tinggi karena pasar sudah ada. Pasar tidak perlu lagi diciptakan, karena pasar tradisional dan mal masih terbuka lebar.

Untuk pasaran ekspor, katanya, belum ada permintaan tetapi baru sekadar untuk oleh-oleh para turis yang datang.

Menurutnya, budi daya tanaman jeruk di Kabupaten Karo masih menjanjikan, karena nilai ekonominya tinggi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Namun bertani jeruk tidak selalu mudah, ada sejumlah kendala termasuk soal hama lalat buah.

Apa dampaknya?