Wisata Kebun Jeruk di Karo, Nikmati dan Petik Buahnya Sendiri...

Coky Simanjuntak | Rabu, 05 April 2017 08:04:30

Ilustrasi/pixabay.com
Ilustrasi/pixabay.com

Daya tarik wisata di kawasan Danau Toba tidak melulu soal pemandangan alam dan budaya, tetapi juga perkebunan. Misalnya saja, perkebunan jeruk yang ada hampir merata di sejumlah wilayah dataran tinggi Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Sentara penghasil jeruk di Kecamatan Merek adalah salah satunya. Terletak tidak jauh dari Danau Toba, wilayah ini merupakan salah satu dari 10 kawasan strategis pariwisata nasional.

Camat Merek Tomi Sidabutar mengatakan, dari 19 desa di Merek, ada 15 desa yang membudidayakan tanaman jeruk.

"Luasan tanaman jeruk di Merek sekitar 1.700 hektare yang tersebar di 15 desa,” katanya seperti dikutip Antara, Rabu (5/4)

Sidabutar mengatakan, kebun jeruk merupakan daya tarik wisata Tanah Karo karena di sini wisatawan bisa datang dan memetik langsung buah jeruk segar langsung dari pohonnya.

Pengunjung bisa sepuasnya makan jeruk di kebun secara gratis. Jika ingin membawa pulang cukup membayar Rp 20.000 per kilogram.

Wisatawan bisa datang secara per orangan maupun berombongan akan disambut dengan tangan terbuka oleh pemilik atau pengelola kebun.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Sarjana Purba mengatakan jenis tanaman jeruk yang dibudidayakan adalah siam madu.

Varietas yang lebih dikenal sebagai jeruk Berastagi ini dikembangkan di 14 kecamatan dari 17 kecamatan di Kabupaten Karo.

"Daerah pengembangan jeruk ada di 14 kecamatan yang cocok untuk budi daya," katanya.

Keunggulan jeruk Berastagi atau siam madu adalah kulit agak tebal sehingga lebih tahan lama, mudah dikupas, rasanya manis, aromanya wangi, tidak banyak bijinya, dan segar.

"Jenis jeruk ini tidak ada di kabupaten lain. Artinya varietas yang sama jika ditanam di daerah lain rasanya tidak seperti di Kabupaten Karo," katanya.

Bagaimana sejarah perkebunan jeruk di Tanah Karo?