Warga Parapat Tak Bisa Urus KTP kalau Lingkungan Rumah Jorok

Jordan Silaban | Senin, 13 Juni 2016 15:06:43

Parapat, Danau Toba/IG:@fabyamanda
Parapat, Danau Toba/IG:@fabyamanda

Upaya pemerintah untuk menjadikan lingkungan Danau Toba, Sumatera Utara, bersih mulai tampak. Misalnya saja di Kelurahan Tiga Raja, Kabupaten Simalungun, yang menerapkan syarat bersih lingkungan bagi warga yang ingin mengurus dokumen kependudukan.

Dengan kata lain, warga di sekitar Parapat tidak bisa mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan sebagainya, kalau lingkungan tempat tinggal mereka jorok.

"Kebijakan lokal itu kami buat sebagai upaya menumbuhkan kesadaran budaya bersih kepada warga," kata Lurah Toga Raja Ferry Risdonni Sinaga di Parapat, seperti dikutip Antara, belum lama ini.

Selain itu, Ferry juga menginstruksikan untuk meninggalkan budaya pemberian jasa berupa uang sehingga lebih mengedepankan lingkungan yang bersih.

"Warga yang mengurus surat, kami sarankan membersihkan lingkungan rumah, setelah dilaksanakan, surat kita berikan," katanya.

Tidak hanya memberi syarat, aparat kelurahan yang didukung Pemerintahan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon juga rutin melakukan gotong royong membersihkan titik-titik kumuh.

"Sebagian besar sudah bersih, dan kegiatan terus kami lakukan sebatas kemampuan," kata Ferry.

Pemerintah setempat juga terus mengimbau kepada elemen masyarakat dan pelaku wisata menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan masing-masing.

(BACA: Sebelum Jokowi Datang Lagi, Danau Toba Harus Bersih dari Keramba!)

Ferry mengaku kegiatan menciptakan kebersihan di kota turis itu merupakan amanat dari Bupati Simalungun JR Saragih saat pelantikan sebagai Lurah kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon pada 16 Mei 2016.

Amanat tersebut, kata Ferry, demi menyukseskan program nasional yang menjadikan kawasan Danau Toba sebagai satu dari 10 pengembangan pariwisata nasional, atau menjadikan danau vulkanis terbesar di dunia tersebut sebagai ‘Monaco of Asia’.