Tanah di Tepian Danau Toba Mulai Diperdagangkan di Situs Online

Maruli Simarmata | Selasa, 27 September 2016 16:09:46

Iklan tanah tepian Danau Toba di sebuah situs jual beli online/olx
Iklan tanah tepian Danau Toba di sebuah situs jual beli online/olx

Promosi gencar yang dilakukan pemerintah terhadap wisata Danau Toba tampaknya membuat lahan di sekitarnya mulai diminati para investor. Maka tak heran jual beli tanah di sekitar danau vulkanis terbesar di dunia itu mulai marak.

Penelusuran batakgaul.com di sebuah situs jual beli online, Selasa (27/9), sedikitnya ada 10 iklan jual tanah di tepian Danau Toba dari 10 pengiklan berbeda.

Harga tanah yang terletak di Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara dan Simalungun itu pun variatif. Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta per meter persegi.

(BACA: 6 Orang Kaya Siap Jadikan Danau Toba seperti Nusa Dua Bali)

Iklan-iklan itu diunggah mulai Maret hingga Agustus 2016. Pada Maret 2016 silam, pemerintah memang mulai gencar mempromosikan wisata Danau Toba, ditandai dengan kunjungan pertama Presiden Jokowi dan dibukanya penerbangan langsung Jakarta-Silangit.

Iklan jual tanah di tepian Danau Toba/olx

Pada Agustus lalu, kehadiran Presiden Jokowi dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 juga sukses banyak membetot perhatian dunia dan menjadi magnet para wisatawan.

Seperti diketahui, Kabupaten Samosir, menjadi incaran utama investor di bidang pariwisata, khususnya kawasan wisata Tuktuk hingga Simanindo. 

Ditaksir sudah terjadi kurang lebih 100 transaksi jual-beli tanah pada tahun 2015-2016 di Samosir. Luasnya bervariasi, mulai mulai 1.000 meter persegi hingga 2 hektar. 

”Kondisi ini memprihatinkan karena banyak warga yang sebelumnya hidup sederhana akhirnya tergiur dengan uang yang menurut mereka sangat banyak,” kata Direktur Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Medan Markus Manurung OFM Cap, seperti dikutip Harian Kompas, Rabu (21/9). 

Menurut Markus, satu notaris di Samosir mengaku telah melakukan lebih dari 30 transaksi alih kepemilikan lahan selama 2015-2016. Sementara di Samosir ada tiga notaris. 

(LIHAT VIDEO: Indahnya Perjalanan Menyeberang Danau Toba)

Jumlah transaksi diperkirakan mencapai lebih 100 kali karena banyak alih kepemilikan lahan yang hanya dilakukan di depan kepala desa. 

Kebanyakan pembeli investor kemudian diberi marga. ”Investor membeli 1 hektar lahan Rp 2 miliar, tentu warga tergiur,” kata Markus yang berarti Rp 200 ribu per meter persegi.

SPONSORED
loading...