Syukurlah! Satgas Anti-Kebakaran Hutan Toba Akhirnya Dibentuk

Coky Simanjuntak | Sabtu, 06 Agustus 2016 10:08:15

Ilustrasi kebakaran hutan/blogspot
Ilustrasi kebakaran hutan/blogspot

Kebakaran hutan Toba yang semakin menjadi-jadi membuat Pemkab Samosir turun tangan. 

Baru-baru ini Pemkab membentuk satuan tugas (Satgas) penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan untuk mengatasi maraknya jilatan api di daerah itu sejak musim kemarau Maret lalu.

"Kami melihat kemarau yang berkepanjangan dan maraknya pembakaran hutan," kata Bupati Samosir, Rapidin Simbolon saat jumpa pers di ruang rapat bupati, belum lama ini.

Satgas yang terdiri dari unsur pemerintah kabupaten, kepolisian, TNI dan kejaksaan itu dibentuk melalui Peraturan Bupati (Perbub) sebagai landasan hukumnya.

Bupati mengatakan, pencegahan pembakaran hutan perlu disosialisasikan, sebab risiko pembakaran lahan merugikan lingkungan dan manusia.

[LIHAT INFOGRAFIS: 9 Langkah Danau Toba Menuju 'Monaco of Asia’]

Danau Toba/pinterest

Seperti di Desa Unjur, Kecamatan Simanindo, luas kebakaran mencapai 30 hektare, dan tim pemadam kesulitan memadamkan api, karena kondisi perbukitan dan cuaca yang tidak mendukung.

Sementara latar belakang pembakaran hutan untuk menjadikan lahan pertanian serta menumbuhkan tunas baru bagi pakan ternak serta membakar tanpa sengaja.

(BACA: Luhut Pandjaitan: Orang Batak di Danau Toba Jangan Palak Turis!)

Kapolres Samosir, AKBP Donald P Simanjuntak menjelaskan, kepolisian telah melakukan beberapa langkah penanganan dan pencegahan kebakaran hutan.

"Selama ini telah melakukan sosialisasi mengenai dampak pembakaran hutan dan tindakan pidana," sebut Donald.

Dandim 0210 TU, Letkol Inf Baginta Bangun mengatakan, pembakaran lahan harus ditanggapi dengan serius dan diberi tindakan tegas.

"Samosir daerah tujuan wisata, sehingga sekecil apapun persoalan harus ditangani," tegas Baginta.