Sunrise di Huta Janji Maria yang Sulit Terlupa…

Alex Siagian | Kamis, 07 September 2017 11:09:48

Sunrise di Huta Janji Maria, Samosir/alex
Sunrise di Huta Janji Maria, Samosir/alex

Meski desa ini dilanda kekeringan akibat kemarau panjang, ditambah akses jalan yang masih payah, tapi jangan tanya saat kamu tiba di atas Huta Janji Maria.

Perkawinan keindahan alam Danau Toba dengan sinar matahari terbit (sunrise), plus puncak Pusuk Buhit dan Pulau Tulas terlihat jelas di tempat ini.

Huta Janji Maria berada di Desa Parbaba Dolok, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Tidak ada akses angkutan ke lokasi ini. Jaraknya sekira 1,5 jam jika ditempuh dari Tomok atau dari Pangururan dengan mengendarai sepeda motor.

Jalanan yang menanjak dan bebatuan tajam cukup untuk menguji nyali para penjelajah. Memang, titik pemandangan ini belum menjadi favorit para wisatawan di Samosir.

Sebab, tempat ini adalah sawah yang tidak dikelola. Maklum, sistem pertanian sawah di tempat ini adalah tadah hujan, jadi tak ada pertanian sawah saat musim kemarau.

Perjalanan batakgaul.com ke lokasi tersebut belum lama ini, benar-benar membuat sulit move on. Maklum, bias cahaya langit yang memerah, memantul ke Danau Toba saat sore hari menjelang malam.

Jauh di ujung sana juga terlihat air terjun di Desa Bonan Dolok, dan juga pulau Tulas. Perlahan, lampu-lampu rumah warga di Kota Pangururan terlihat kedap-kedip menyambut malam. Sayang, tidak ada aktivitas wisata di tempat ini.

Sunrise di Huta Janji Maria, Samosir/alex

Menurut cerita warga, hanya sesekali mahasiswa dari Medan datang berkemah ke tempat ini. “Itu pun sesekali," sebut Pak Elza Sinurat kepada batakgaul.com.

Surga tersembunyi ini bahkan hanya jadi ladang untuk kerbau jika tidak ditanami padi. "Ya ginilah, paling hanya kerbau aja yang ada di sini kalau nggak ditanam padi. Nggak ada yang tau lokasi ini karena aksesnya susah," ujar Sinurat.

Mereka mengaku, selain akses jalan yang sulit, sumber air juga menjadi alasan kenapa lokasi wisata ini tidak tercium para wisatawan.

"Payah air di sini. Dua minggu saja nggak hujan sudah mati mata air, terpaksalah harus beli air. Jadi kalau ada mahasiswa yang kemah di sini, mereka selalu kesulitan mencari air," ujar Sinurat.