Setelah Belanda, Danau Toba dkk Dipromosikan ke Finlandia

Coky Simanjuntak | Selasa, 10 Januari 2017 12:01:08

Ilustrasi Danau Toba/ IG: @betasuntea
Ilustrasi Danau Toba/ IG: @betasuntea

Ada tari-tarian tradisional dan minuman khas Indonesia yang disajikan selama pameran berlangsung.

"Kami menyusung tagline 'Wonderful Indonesia Explores Further' dalam ajang ini untuk menunjukkan kekayaan alam, kerajinan yang unik, musik, berbagai kekayaan kuliner, destinasi wisata, dan yang paling utama adalah keragaman dan keramahan masyarakatnya," papar Nia.

Selama ini jumlah kunjungan wisman Finlandia ke Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, tercatat pada 2010 sebanyak 13.740 orang, pada 2011 sebesar 14.117 orang, pada 2012 sebesar 14.828 orang, pada 2013 sebesar 15.949 orang, pada 2014 sebesar 17.395 orang, pada 2015 sebesar 17.948, dan hingga Oktober 2016 sudah sebanyak 14.667 orang.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan jumlah wisman dari 9,5 juta pada 2014 menjadi 20 juta pada 2019.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Indonesia telah memberikan bebas visa kunjungan singkat (BVKS) kepada 169 negara, termasuk Finlandia.

Selain itu, pemerintah RI juga menerbitkan regulasi baru untuk menarik kunjungan yacht ke Indonesia dengan mencabut "Clearance Approval for Indonesia Territory" (CAIT).

Kebijakan-kebijakan tersebut diprediksi akan mendatangkan 5.000 unit yacht pada 2019, dengan prediksi pendapatan sebesar 500 juta dolar AS.

Pada 2016, pemerintah RI telah mengembangkan 10 destinasi prioritas yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Belitung, Mandalika di Lombok Selatan, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Morotai di Maluku Utara, Kepulauan Seribu di Jakarta, Tanjung Lesung di Banten, Candi Borobudur di Jawa Tengah, Gunung Bromo di Jawa Timur, dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

Untuk mendorong usaha pencapaian target 20 juta wisman, pada 2017 Kementerian Pariwisata menetapkan tiga strategi utama yaitu pemasaran melalui Go Digital, membangun 1.000 homestay untuk mempercepat kesiapan destinasi menyambut wisman, dan meningkatkan konektivitas udara dengan menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan lokal dan internasional.

Pihaknya juga telah menetapkan target bulanan untuk memonitor progress pencapaian target setiap target pasar.