Sempat Gagal, Kaldera Toba Diyakini Segera Jadi Geopark Dunia

Jordan Silaban | Rabu, 27 Juli 2016 06:07:13

Kaldera Toba/pinterest
Kaldera Toba/pinterest

Danau Toba, Sumatera Utara, diyakini segera menjadi bagian dari Global Geoparks Network (GGN), setelah kegagalan pada tahun lalu. 

Optimisme tersebut setidaknya disampaikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi. 

"Keyakinan ini semakin kuat karena dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah pusat," ujarnya di Medan dalam Rapat Pengembangan Geopark Kaldera Toba, seperti dikutip Antara, Selasa (26/7).

(BACA: Magma Letusan Toba 2 Kali Lipat Volume Gunung Tertinggi Dunia)

Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi terkemuka (outstanding),  termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya.

Erry meminta semua pemangku kepentingan pengembangan Kaldera Toba membuat rencana aksi dan bertindak tegas terhadap segala sesuatu yang menghambat pengembangan Kaldera Toba masuk dalam GGN.

Ilustrasi letusan Gunung Toba/Marc Garlic 

Aksi itu misalnya, ujar Erry, penertiban operasional kapal-kapal yang berlayar di Danau Toba. Semua kapal harus memenuhi standar berlayar.

Bangunan yang berada di sekitar Danau Toba juga harus kembali ditata.

(BACA: Letusan Gunung Toba 74 Ribu Tahun Lalu, Buat Bumi Nyaris ‘Kiamat')

Staf Ahli Menteri Bidang Tata ruang dan Lingkungan Hidup Kementerian ESDM Yunus Kusuhabrata mengatakan, dengan rapat koordinasi dan evaluasi, kemajuan pengembangan Geopark Nasional Kaldera Toba dapat lebih cepat.

Dia menyebutkan, kegagalan Kaldera Toba masuk menjadi anggota GGN seperti yang diputuskan dalam Konferensi UGG di San In Kaigan Jepang pada September 2015 diharapkan tidak terulang lagi.

Di dunia, terdapat 120 geopark yang masuk GGN dan tersebar di 33 negara. Di Indonesia baru ada dua geopark yang masuk dalam GGN yaitu Geopark Kaldera Batur Bali tahun 2012 dan Geopark Pegunungan Sewu Jawa Tengah.