Ratusan Orang Teken Petisi Usir Perusahaan Swiss dari Danau Toba

Jordan Silaban | Kamis, 02 Juni 2016 16:06:06

Ikan-ikan mati di Danau Toba/antara
Ikan-ikan mati di Danau Toba/antara

Regal Springs, perusahaan pembudidaya ikan nila di Danau Toba, Sumatera Utara, diduga telah mencemari danau kebanggaan orang Batak tersebut.

Akibatnya, perusahaan asal Swiss itu dituntut untuk berhenti beroperasi dan mengganti rugi semua pencemaran yang diduga dilakukan sejak beroperasi pada 1998.

Tuntutan itu dilakukan oleh ratusan orang lewat petisi online, change.org, yang diprakarsai Yayasan Pencinta Danau Toba/YPDT (Lake Toba Heritage Foundation).

Pantauan Batakgaul.com, hingga Kamis (2/6) sore, petisi ini sudah ditandatangani oleh 250-an pendukung.

Menurut YPDT, setiap orang yang melempar 100 gram makanan ke danau di Swiss akan ditangkap oleh polisi dan diadili.  "Namun perusahaan Swiss dapat melakukan hal yang sama di seluruh dunia. Ini harus dihentikan!"

YPDT mengatakan, perusahaan penghasil 40.000 ton nila itu telah mencemari Danau Toba lewat pakan ikan berupa kedelai transgenik (GMO soy) dari Cargill, perusahaan AS. Pakan juga ditambah fosfat.

"Pada 1998, Danau Toba adalah sebuah danau yang bersih dan setiap orang bisa meminum airnya."

Keramba ikan milik Regal Springs di Danau Toba/regalsprings.com

Namun sekarang, kata YPDT, Danau Toba mengalami:

  • Pendangkalan
  • Ikan-ikan mulai mati
  • PH lebih dari 9,5
  • Visibilitas kurang dari 1 meter
  • Konsentrasi fosfat terus meningkat lebih dari 100 mikrogram/liter
  • Temperatur meningkat dari 26 to 30 celcius dalam setengah tahun terakhir
  • Alga biru Annabaena tumbuh dan memproduksi racun hati, Microcystine
  • Air tidak bisa dikonsumsi lagi, meski sudah dimasak.
  • IPB menyebut Danau Toba sekarang sudah menjadi eutropik selurunya.

 

(BACA: Sebelum Jokowi Datang Lagi, Danau Toba Harus Bersih dari Keramba!)

Danau Toba, yang merupakan danau vulkanis terbesar di dunia, seharusnya menjadi geopark seperti yang ditetapkan UNESCO. Namun, menurut YPDT, bukan tidak mungkin budidaya ikan air tawar ini akan menghancurkan seluruh danau.