Perjalanan Menemukan Air Terjun 'Perawan' di Tepi Danau Toba

Alex Siagian | Minggu, 18 Desember 2016 09:12:16

Air terjun Lombang Gurgur/batakgaul
Air terjun Lombang Gurgur/batakgaul

Desa Meat memang benar-benar menyimpan pesona Danau Toba yang lengkap dan nyaris sempurna. Selain menyajikan panorama danau dan persawahan yang indah, huta di Kecamatan Tampahan, Tobasa, Sumut ini ternyata memiliki air terjun yang menawan.

Namanya Lombang Gurgur. Ya, air terjun ini sungguh menawan karena terbilang masih ‘perawan’ alias masih jarang diketahui oleh wisatawan. Jangankan turis, warga Desa Meat saja hanya segelintir yang pernah ke air terjun ini.

Maklum jalan untuk mencapai air terjun ini sekitar 3 jam atau 6 jam perjalanan pulang pergi. Akhir pekan lalu, batakgaul.com berkesempatan mengunjungi air terjun Lombang Gurgur ini.

Karena air terjun berada di hulu sungai yang melintasi desa, butuh fisik yang prima untuk menikmati surga tersembunyi ini. Ditemani Kepala Desa dan beberapa warga lain yakni Janter Simanjuntak (63), Hevri Simanjuntak (33) Yosafat Simanjuntak (25) dan seorang guide, Paul Rajagukguk, perjalanan kami dimulai. 

Dengan menggendong tas ransel berisi bekal, masing-masing kami juga membawa parang. Bukan untuk berburu, tapi untuk membabat semak untuk membuka jalan.

Awal perjalanan dimulai dari tali air persawahan warga. Perjalanan santai dan penuh rasa penasaran menghantui perasaan kami. 

Persawahan di Desa Meat/batakgaul

Maklum warga sekitar yang menemani perjalanan kami ternyata juga belum pernah ke air terjun itu, hanya kepala desa yang pernah ke sana. Konon, beberapa warga desa yang pernah ke sana hanya penderes nira aren dan pemancing. 

Matahari mulai meninggi. Perjalanan kami akhirnya tiba di ujung persawahan warga yang sudah berbatasan dengan hutan. Kami kemudian keluar dari sungai dan memilih jalan darat, memanjat tebing, bergelantungan di akar pohon, hingga memeluk bebatuan berukuran besar. Benar-benar menantang adrenalin. 

Di tengah perjalanan, kami juga bertemu dengan penderes nira aren. Dari perbincangan singkat kami, petani nira itu menunjukkan jalan yang lebih mudah kepada kami. 

Bahkan, dia mengikat beberapa batang pohon sebagai pertanda perjalanan, hingga akhirnya kami kembali ke sungai dengan tebing bebatuan di bagian kiri kanannya. 

Petualangan masih separuh jalan, sementara matahari sudah berada tepat di atas kami. Kaki juga sudah mulai mengerut karena dinginnya air sungai. 

Beruntung, bebatuan berlumut tak sudi mencelakai kami meski beberapa kali kami harus melompat di atas batu berukuran besar itu. 

Di tengah perjalanan, kami menemukan batu besar dengan bagian permukaan yang datar. Batu ini juga membelah sungai jadi 2 jalur. 

"Kita istirahat makan siang di sini, perjalanan kira-kira 1 jam lagi," ujar kepala desa. 

Beristirahat dan makan siang di tengah hutan/batakgaul

Tepat sekali, perut kami semua sudah sangat keroncongan. Kami buka bekal makan siang masing-masing. Di tengah rasa lapar yang akut, nasi bercampur telur bulat berasa daging :) 

Belum lagi sensasi makan di tengah hutan semakin menambah nafsu makan kami.

Sambil menunggu nasi tiba di pelabuhannya di dalam perut, kami nyalakan rokok untuk sekadar melepas lelah dan sambil mengumpulkan energi.

Perjalanan berlanjut dan kami masih menyisiri sungai ke arah hulu. Huh....belum juga sampai, sementara kali ini kami harus meninggalkan sungai dan berganti ke jalan darat. 

Tak jarang kami kembali ke belakang karena menemukan jalan buntu. Kembali lagi ke sungai, bebatuan berlumut pun harus kami jalani lagi. 

Akhirnya kami menemukan jalan buntu yang tidak mengecewakan, karena ada sebuah air terjun yang menhadang perjalanan kami. Meski indah, bukan air terjun ini yang kami tuju.

Menurut kepala desa, air terjun yang ada di atas sanalebih indah. Tapi tebing di hadapan kami ini tak mungkin bisa kami lewati, sementara jika harus kembali ke belakang akan memakan waktu dan menguras tenaga. 

Mandi di air terjun Lombang Gurgur/batakgaul

Di tengah kebingungan, Yosafat menemukan jalan keluar. Namun, jalan ini benar-benar ekstrim, yakni bermodalkan akar pohon yang tumbuh di dinding batu dan celah batu sebagai pijakan. 

Beruntung tubuh penemu jalan ini sedikit kurus, akar-akar itu masih mampu menahannya hingga tiba di bagian atas, sekira 7 meter tingginya. 

Setibanya di atas, dia lalu mengulurkan kayu untuk kami daki. Satu per satu, akhirnya kami keluar dari kebuntuan.

"Thanks sobat, kamu benar-benar gila," gumam saya dalam hati di tengah kelelahan.

Perjalanan kami kini mulai mendaki bukit. Tak jarang akar berduri menjadi pilihan terakhir sebagai pijakan kaki. Memang pijakan itu meninggalkan beberapa luka, namun tak apa sebagai kenanagan.

Di tengah perjalanan, suara gemuruh air terjun tujuan mulai terdengar. Kami semakin semangat dan menuruni lereng bukit berbatu. 

Suara gemuruh kian kencang, namun aliran sungai belum kunjung terlihat. Hingga akhirnya kubangan sungai seperti kolam mulai tampak dan beberapa semak terus ditebas kepala desa untuk membuka jalan. 

Dan akhirnya…. Amazing… Begitu tiba, saya sesaat  terdiam menikmati keindahan alam ini. Sedangkan yang lain langsung melompat ke sungai yang memang terlihat dan dangkal dipenuhi pasir putih.

Mandi di air terjun Lombang Gurgur/batakgaul

Kubangan airnya pun sangat luas. Sangat cocok untuk memanjakan diri mandi-mandi sehabis perjalanan yang melelahkan.

Badan pun terasa dipijat oleh air yang terjun dari ketinggian 30 meter. Dinginnya air pun terasa sangat menyegarkan dan melemaskan otot-otot yang tegang selama perjalanan. 

Namun, keceriaan kami harus berhenti ketika teringat harus kembali pulang sebelum sore. Sebelum matahari terbenam.

Perjalanan melelahkan menunggu kami. Namun, kami beruntung matahari belum benar-benar tenggelam, ketika kami akhirnya tiba di desa. 

Sekedar melepas lelah, kami pun singgah di rumah warga menikmati secangkir kopi. 

Sambil menyeruput nikmatnya kopi lokal, saya bergumam, pantang mengunjungi Kota Balige jika tidak menginjakkan kaki di Desa Meat. Lebih pantang lagi jika tidak menikmati air terjun Lombang Gurgur yang masih perawan itu.

SPONSORED
loading...