Penyelam Ini Bongkar Pencemaran Danau Toba oleh Perusahaan Asing

Laurencius Simanjuntak | Kamis, 01 September 2016 10:09:47

Holmes Hutapea/Facebook
Holmes Hutapea/Facebook

Video Holmes Hutapea, penyelam asal Parapat, yang diunggah ke Facebook belakangan membuat heboh para netizen. Bagaimana tidak, video tersebut menunjukkan langsung tumpukan limbah yang mengendap di dasar Danau Toba.

“Tiga televisi, termasuk satu televisi asing dari Swiss sudah meminta video itu,” kata Holmes kepada batakgaul.com via telepon, Kamis (1/9).

Holmes yang puluhan tahun jadi penyelam ini mengatakan, video itu diambil di kedalaman 40 meter. Namun, dia merahasiakan lokasi pengambilan video itu.

“Yang jelas di bawah keramba milik masyarakat,” ujarnya.

(LIHAT VIDEO: Selami Dasar Danau Toba, Hutapea Temukan Limbah Menumpuk)

Holmes menjelaskan, kalau di bawah keramba milik masyarakat saja limbah sebegitu menumpuknya, “Bagaimana dengan keramba milik perusahaan?”

Holmes mengatakan, dia pernah bekerja selama 8 tahun di Regal Springs, perusahaan pembudidaya ikan nila di Danau Toba. Namun, pada Juni 2016 lalu dia berhenti karena tidak tahan dengan pencemaran yang dilakukan perusahaan Swiss itu.

“Saya keluar bukan karena ada masalah, saya sudah jadi supervisior penyelam di sana, sudah punya kantor, sudah nyamanlah. Tapi kalau begini terus, mau dibawa kemana Danau Toba kita?” kata Holmes.

 (BACA: Ratusan Orang Teken Petisi Usir Perusahaan Swiss dari Danau Toba) 

Dia mengatakan, selama ini memang sudah ada suara-suara masyarakat agar perusahaan-perusahaan pencemar Danau Toba ditutup. Namun, menurutnya, masyarakat belum melihat langsung pencemaran di dalam danau.

“Makanya dengan video ini, saya ingin menunjukkan secara langsung kepada masyarakat, biar mata hati masyarakat terbuka melihat bukti-bukti pencemaran ini,” ujarnya.

(BACA: Luhut Pandjaitan: Kalau Orang Batak Nanti Menciut Otaknya…)

Pemegang sertifikat selam jenjang A3 dari Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS) ini membatah apa yang dilakukanya demi popularitas.

“Sama sekali bukan demi popularitas. Itu bukan politis, tapi humanis,” kata Holmes.

"Ini semata-mata karena pencemaran Danau Toba sudah sedemikian parahnya. Saya miris melihatnya,” ujar dia.

SPONSORED
loading...