Pedagang Kasar dan Naikkan Harga Buat Wisatawan Danau Toba Resah

Jordan Silaban | Minggu, 29 Mei 2016 20:05:44

Parapat, Danau Toba/blogspot
Parapat, Danau Toba/blogspot

Kampanye ‘murah senyum’ yang digalakkan pemerintah kepada penduduk dan pelaku usaha di Danau Toba, Sumatera Utara, ternyata ada benarnya.

Sebab, masih banyak pedagang yang membuat wisatawan tidak betah, bahkan resah. Alih-alih senyum, para pedagang justru berkata kasar, bergaya urakan dan menaikkan harga seenaknya.

"Mereka sepertinya belum sadar wisata, jadi perlu pembinaan dari pemerintah," ujar Andi (48), warga Kota Medan di Parapat, Kabupaten Simalungun, seperti dikutip Antara Minggu (29/5).

Andi yang bersama keluarga dan teman yang berkunjung ke Parapat untuk mengikuti kegiatan Kementerian BUMN, mengaku kecewa dan kesal dengan pelayanan pemilik hotel dan pedagang penjual suvenir di kawasan Open Stage, Kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Menurut Andi, seharusnya pelaku usaha tidak memanfaatkan satu momen dengan menaikkan harga jual produk, yang bisa membuat pengunjung merasa tidak betah.

"Jual dengan harga yang sepantasnya tanpa melihat hari atau suatu momen, bila perlu beri diskon supaya pengunjung puas dan mempromosikan ke lainnya," saran Andi.

Danau Toba/blogspot

Sementara itu Ruslan Sinaga (36) menyoroti perilaku sebagian masyarakat setempat yang berpenampilan urakan dan berkata kasar.

"Jadinya kita tidak merasa nyaman, malah was-was (khawatir), ya akhirnya memilih mempersingkat waktu kunjungan," kata warga Kota Kisaran ini.

(BACA: Ini Orang Barat Pertama yang Injakkan Kaki di Danau Toba)

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Bernhard Damanik menyarankan pemerintah segera melakukan langkah antisipatif mengatasi permasalahan tersebut.

"Jika terus dibiarkan, akan menimbulkan preseden buruk bagi Parapat dan pariwisata Simalungun umumnya," kata politisi Partai Nasdem itu.

Menurut Bernhard, pemerintah harus duduk bersama dengan PHRI, pelaku usaha kecil dan tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya pelayanan yang memuaskan bagi pengunjung.

Selain itu, melalui Dinas Pariwisata, mengadakan pembekalan pengetahuan yang bertujuan merubah pola pikir dan perilaku yang tidak positif.

Bernhard mencontohkan, keramahtamahan dan penampilan, penentuan dan penerapan standar hunian hotel dan suvenir secara merata.

Standar harga tersebut kata Bernhard, bisa dicantumkan di pusat informasi, dalam bentuk papan pengumuman atau baliho sehingga diketahui secara meluas.

Bernhard menekankan, perubahan mindset (pola pikir) mutlak dilakukan untuk memberikan kesan dan pesan yang membanggakan, khususnya dalam merealisasikan program Nasional menjadikan kawasan Danau Toba sebagai tujuan wisata dunia.