Parapat Harus Nol Keramba pada 25 Juli 2016!

Jordan Silaban | Jumat, 22 Juli 2016 10:07:29

Ilustrasi keramba di Danua Toba/regalsprings.com
Ilustrasi keramba di Danua Toba/regalsprings.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun cukup serius membersihkan keramba jaring apung (KJA) perairan Danau Toba yang masuk wilayahnya.

Bersama personel TNI dan Polri, petugas Pemkab Simalungun, membersihkan keramba di Huta Sualan, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Rabu (20/7)

"Khususnya di Parapat harus nol keramba jaring apung," tegas Bupati Simalungun, JR Saragih saat menyaksikan kegiatan pembersihan didampingi FKPD setempat, seperti dikutip Antara.

Menurut JR Saragih, pembersihan KJA juga dilakukan sampai ke Haranggaol dan seluruh pantai Danau Toba di Kabupaten Simalungun.

(BACA JUGA: Sebelum Jokowi Datang Lagi, Danau Toba Harus Bersih dari Keramba!)

Bupati Simalungun JR Saragih/jrsaragih.com

Pembersihan KJA di Parapat, Danau Toba pada Rabu mencapai 50 persen, dan pemkab masih memberikan waktu bagi pemilik keramba untuk mengumpulkan ikan peliharaannya.

"Kita beri batas waktu kepada pemilik sampai tanggal 25 Juli 2016," kata Bupati.

Pembersihan KJA tersebut sebagai bukti dukungan Pemkab Simalungun terhadap program Pemerintah Pusat dalam rangka pembenahan Danau Toba sebagai destinasi wisata nasional sekaligus mendukung Badan Otorita Pariwisata Danau Toba.

Pelaksanaan dilakukan dengan pembagian sektor I oleh Polres Simalungun, sektor II Kodim 0207 Simalungun dan sektor III Rindam I/BB yang dibantu anggota Satpol PP Simalungun.

Selain pembersihan KJA, juga eceng gondok serta pengaspalan askes jalan di Huta Sualan untuk memperlancar sarana transportasi masyarakat.