Menteri Rizal Ramli Siap Bunuh Diri Kalau Wisata Danau Toba Gagal

Coky Simanjuntak | Sabtu, 28 Mei 2016 23:05:34

Menko Kemaritiman Rizal Ramli dalam Malam Budaya Badan Otorita Danau Toba/maritim.go.id
Menko Kemaritiman Rizal Ramli dalam Malam Budaya Badan Otorita Danau Toba/maritim.go.id

Tekad pemerintahan Jokowi memajukan wisata Danau Toba sepertinya bukan omong kosong. Segala upaya digenjot pemerintah untuk menjadikan danau vulkanis terbesar di dunia tersebut ‘Monaco of Asia’ 

Bahkan, karena begitu seriusnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli siap bunuh diri kalau pengembangan wisata Danau Toba sampai gagal.

“Kalau sampai barang ini enggak jadi, bunuh diri aja deh,” kata Rizal di Jakarta, Kamis pekan lalu.

Untuk itu, Rizal mengingatkan pejabat daerah di sekitar Danau Toba untuk terus berkomitmen mendukung upaya ini. Apalagi, Badan Otorita Dana Toba segera dibentuk.

"Kita ingin para bupati sama-sama tegaskan komitmen,” kata Rizal.

(BACA: Bah! Ternyata Menteri Rizal Ramli Pandai ‘Manortor’)

Menurut Rizal, infrastruktur di Danau Toba harus terus dikembangkan sehingga menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Belum lagi faktor kebersihan danau.

"Kita harus bersihkan Danau Toba. Target kami sebelum Desember sebelum presiden datang semua udah rapi Danau Toba, kami betul-betul minta dukungan dari semua kalangan dari tokoh," kata Rizal.

Danau Toba/blogspot

Rizal mengakui, pengembangan pariwisata Danau Toba sudah tertunda hingga puluhan tahun. Oleh karena itu, tegas dia, kali ini harus jadi.

"Tidak mudah, karena cita-cita pengembangan Danau Toba ini sudah ada 40-50 tahun yang lalu. Tapi enggak jadi terus. Tapi kali ini kita buat impian ini menjadi kenyataan,” ujarnya.

Jangan Seperti Bali

Meskipun pemerintah ingin menjadikan Danau Toba sebagai ‘Bali Baru, Rizal ingin wisata di Bona Pasogit ini tidak mengandalkan produk impor seperti Pula Dewata. 

Menurut Rizal, kemajuan pariwisata Bali memang signifikan, namun masih mengandalkan barang impor.

"Terakhir, saya mohon maaf kami enggak ingin ulangi sejarah Bali. Bali segala macam maju tapi semua barangnya makanannya buah minum impor dari luar Bali. Kami enggak ingin terjadi di Danau Toba,” tegas dia.