Menteri Pariwisata Pakai Adat Toba, Bupati Simalungun Menangis

Laurencius Simanjuntak | Sabtu, 20 Agustus 2016 17:08:59

Bupati Simalungun JR Saragih/Batakgaul.com
Bupati Simalungun JR Saragih/Batakgaul.com

Bupati Simalungun, JR Saragih menangis ketika Menteri Pariwisata Arief Yahya mengenakan pakaian adat Toba.

Saragih meneteskan air mata karena merasa suku Simalungun dikucilkan saat Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Parapat, Sumatera Utara.

"Saya mendapat protes dari masyarakat mengapa ada pengkotak-kotakan suku. Bapak (Menteri Pariwisata) gunakan pakaian adat Toba. Padahal di sini wilayah Simalungun," kata Saragih, saat jumpa pers di Hotel Inna Parapat, Sabtu (20/8).

(BACA: Ini Makna Ulos yang akan Dipakai Jokowi di Karnaval Pesona Toba)

Untuk itu, Saragih melayangkan protes kepada panitia acara lantaran tidak mencantumkan nama Simalungun pada baliho dan iklan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Parapat.

"Pada iklan acara kegiatan panggung apung dan Karnaval disebutkan, di Toba Samosir, dan Pulau Samosir. Seharusnya di Simalungun," katanya

Pujian dan cibiran pun dilayangkan kepada mantan Komandan Subdenpom Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) Purwakarta itu.

"Bapak Bupatinya lebay, tapi semangat Pak Bupati. Bapak keren," sindir beberapa peserta yang hadir.

(BACA: Edo Kondologit: Indonesia tidak Saja Bali, Tapi Juga Danau Toba)

Dalam kesempatan itu, Olga Lidya sebagai juru bicara kegiatan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba menyampaikan permohonan maaf.

"Kami mohon maaf, nanti akan menjadi koreksi bersama. Apalagi kami dari Jawa, bukan untuk mengucilkan namun memang kami sama-sama belajar tentang budaya di sini," tandasnya.

SPONSORED
loading...