Mengunjungi Bekas Huta Marga Situmorang di Balik Semak Belukar

Alex Zetro Siagian | Minggu, 26 Maret 2017 07:03:02

Bekas peninggalan Huta Pagar Batu, Samosir/alex
Bekas peninggalan Huta Pagar Batu, Samosir/alex

Pagar Batu. Itulah nama huta (kampung) yang tidak lagi berpenghuni di Desa Pardomuan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Jaraknya sekitar 40 menit perjalanan dengan sepeda motor dari Tomok.

Memang sudah tidak ada lagi bekas bangunan rumah di huta seluas kira-kira setengah hektar ini. Namun, sejumlah peninggalan sejarah masih bisa merekam jejak-jejak kehidupan keluarga Ompu Raja Tanjungan Situmorang, yang konon hidup 300 tahun lalu. 

Jika tidak meminta petunjuk kepada warga, siapapun diyakini tidak akan menemukan kampung ini. Selain kini sudah ditutupi semak belukar, juga diyakini ada nilai mistis dalam situs bersejarah ini.  

Lokasinya pun tidak bisa diakses oleh sepeda motor sekalipun, karena harus melintasi perladangan dengan berjalan kaki (tracking).

Tiang batu bekas penambatan kapal nelayan di Pagar Batu, Samosir/alex

Dengan dibantu Sopar Situmorang (58), generasi ke-5 dari Ompu Raja Tanjungan Situmorang, batakgaul.com akhirnya berhasil sampai dan menemukan sejumlah peninggalan huta yang bernilai arkeologis tersebut, Kamis (23/3).

Pengamatan batakgaul.com, kampung ini dikelilingi tembok batu-batu besar yang disusun secara manual tanpa semen sebagai perekat dengan ketinggian bervariasi. Bahkan tinggi tembok di sisi barat mencapai 7-8 meter, yang kini sudah ditumbuhi pohon-pohon besar.

Huta ini juga dilengkapi dengan harbangan (gerbang) sebagai pintu masuk. Jaraknya hanya sekira 600 meter dari bibir pantai Danau Toba saat ini. 

Namun, konon jarak huta ini sangat dekat dengan bibir pantai ‘Tao Toba Nauli'. Hal itu dibuktikan dengan tiang batu penambat kapal yang hanya berjarak sekira 50 meter dari tembok huta ini. 

Selain tembok huta, jejak-jejak lain kehidupan juga masih terlihat dari sejumlah peninggalan.

Apa saja?