Mengenal 'Talitali', Penutup Kepala Batak Seperti Dipakai Jokowi

Laurencius Simanjuntak | Rabu, 24 Agustus 2016 16:08:27

Presiden Jokowi dan Ibu Negara dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba/batakgaul
Presiden Jokowi dan Ibu Negara dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba/batakgaul

Talitali atau penutup kepala dari tenun yang biasa dipakai pria Batak dulu, menjadi perbincangan hangat setelah dipakai oleh Presiden Jokowi dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 di Balige, Toba Samosir, Sumut, Minggu (21/8) lalu.

Lalu apa sebenarnya Talitali?

Budayawan Batak, Monang Naipospos, menjelaskan Talitali adalah satu dari beberapa penutup kepala pria Batak dulu.

Talitali, jelas Monang, terbuat dari tenunan ulos bermacam ragam. "Untuk yang muda hingga dewasa biasanya dipakai mangiring dengan warna agak cerah dan motif jelas. Untuk yang tua ada juga pakai mangiring dengan wana yang lebih tua dengan motif halus yang disebut mangiring padang ursa,” ujar Monang lewat akun Facebooknya, kemarin.

(BACA: Ini Klarifikasi Lengkap Pemprov Sumut Soal 'Talitali’ Jokowi)

Monang memaparkan, ada tiga warana batak dan ketiga warna itu bisa jadi pengikat kepala. 

“Yang hitam hiasanya dipakai para raja dan raja parbaringin, yang merah digunakan para ulubalang, yang putih biasanya digunakan pardebata jinujung,” ujarnya.

"Kalau ketiga warna itu dibelit biasanya dipakai Ulubalang nabegu atau disebut juga partigabolit,” ujar Monang.

Presiden Jokowi memakai Talitali/batakgaul

 Namun, kata Monang, apabila dia seorang raja pemimpin upacara, maka dipakailah tumtuman.

"Tumtuman adalah warna hitam dengan rambu merah. Rambu merahnya muncul dari atas lilitan atas,” ujarnya,

Tumtuman, papar Monang, kata dasarnya adalah tumtum. "Tumtum artinya ikat. Santumtum artinya seikat,” ujarnya. 

(LIHAT VIDEO: Ribut soal 'Talitali' Jokowi, Ini Cara Penggunaannya!)

Monang menjelaskan, Talitali tumtuman bermakna seorang pemimpin mampu mengikat dari berbagai kemampuan hingga menyatu menjadi kekuatan besar. 

"Karena warna hitam dimaknai kepemimpinan dan warna merah dimaknai pengetahuan atau kekuatan,” ujarnya.

"Pandai melilitkan ikat kepala tanda ni anak najogi, artinya dia diharapkan bisa jadi pemimpin. Melilitkan ikat kepala sendiri akan menunjukkan kemampuannya tentang kerapian, estetika dan kehormatan,” ujarnya.

Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor (kiri) memakai Talitali/batakgaul

Menurut Monang, dari cara melilitkan ikat kepala, bisa dibaca karakter seseorang. 

"Makanya ada perumpamaan di masyarakat Batak mengatakan 'Sai tubu ma anakmu na malo martalitali’. Harapannya akan lahir anak yang bisa merangkai, menata laksana hingga menjadi pemimpin,” ujar dia.

(BACA: Diduga Hina Jokowi Pakai Adat Batak, 2 Facebooker Dipolisikan)

Selain Talitali, penutup kepala pria Batak lainnya adalah Tahuluk atau Tangkuluk dan Tangki.

"Tahuluk terbuat dari ayaman panda atai baion, mirip tandok tapi pendek, sesuai dengan ukuran kepala,” kata Monang.

Tahuluk ini, jelas dia, biasa digunakan ke ladang, sawah, menggembala ternak, dan pekerjaan kasar lainnya.

“Makanya bila ada seseorang melakukan pekerjaan yang membutuhkan ruhut atau etika harus hati-hati dan cermat. Bila seseorang melakukan pekerjaan itu serampangan maka dia kadang disemprot dengan kata kata, 'ueeee.... sitahuluk on…..’.” 

"Sitahuluk biasanya disandangkan kepada seseorang yang tidak becus melakukan sesuatu pekerjaan yang diembankan kepadanya,” ujar dia.

(LIHAT VIDEO: Ini Cara Jokowi Pukul Taganing di Karnaval Danau Toba)

Sementara Tangki, jelas Monang, adalah ikat kepala yang terbuat dari kulit kayu. Biasanya dibuat dari kulit kayu tualang karena seratnya kokoh. 

"Serat ini dililitkan dikepala disebut Tangki,” ujarnya. 

Makanya, kata Monang, ada pepatah mengatakan, "Tangki hau tualang, galinggang ginalege. Tubu ma anak partahi jala ulubalang, boru parmas jala pareme.”

Monang mengatakan, pepatah lainnya adalah  "Pinartangki laklak, pinarhorunghorung singkoru, marsolotan bungabunga. Tubu ma anak dohot boru gabe ma nang naniula.”

"Dari perumpamaan itu sudah jelas tentang pengikat kepala dari serat kayu itu dengan sebutan Tangki,” paparnya.

SPONSORED
loading...