Maruarar Sirait: Danau Toba Harus Maju!

Laurencius Simanjuntak | Minggu, 21 Agustus 2016 09:08:54

Presiden Jokowi dan Maruarar Sirait/istinewa
Presiden Jokowi dan Maruarar Sirait/istinewa

Fungsionaris PDI Perjuangan yang juga anggota DPR, Maruarar Sirait, menilai Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 adalah momentum emas bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya yang tinggal di sekitar danau.

Sebab, Presiden Jokowi sudah melakukan langkah-langkah yang komprehensif dalam memajukan wisata di danau vulkanis terbesar di dunia itu.

“Ini momentum emas buat Sumut, Danau Toba harus bisa maju,” ujar Maruarar di sela-sela acara panggung musik kemerdekaan di Pantai Bebas, Parapat, Simalungun, Sabtu (20/8) malam.

Politikus kelahiran Medan 46 tahun silam ini menjabarkan, langkah komprehensif yang sudah dilakukan Jokowi yakni terkait pembangunan fisik, sumber daya manusia dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Di Bandara SIlangit, Tapanuli Utara, sekarang kita sudah bisa menikmati akses langsung dari Jakarta. Di Nias, runway bandara Gunung Sitoli akan diperluas, begitu juga Pelabuhan Sibolga,” kata Maruarar yang mengikuti rombongan presiden selama tiga  hari di Sumut ini.

Menurut Ara, sapaan akrabnya, pembangunan fisik ini sangat dibutuhkan karena bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. 

“Makanya tidak heran antusiasme warga juga sangat tinggi,” kata Ara yang bersama Jokowi dan sepuluh ribuan warga menonton konser Slank di Pantai Bebas.

Maruarar Sirait bersama Presiden Republik Indonesia Jokowi/batakgaul

Tidak hanya dengan rakyat, kata Ara, Jokowi juga pandai membangun komunikasi dengan para elite. Mulai dari gubernur, bupati, sampai tokoh agama dan masyarakat.

“Sebagai orang yang mengerti lapangan, pendekatan Pak Jokowi sangat humanis,” ujarnya.

Anak politikus senior Sabam Sirait ini juga memuji langkah Gubernur Sumut dan tujuh bupati sekitar Danau Toba yang punya semangat tinggi untuk bersama-sama membangun destinasi wisata ini demi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Saya salut kepala daerah telah bersatu padu, kompak, dan meninggalkan ego sektoral mereka masing-masing,” ujarnya.

Ara juga mengapresiasi kerja Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam mewujudkan Danau Toba sebagai salah satu ‘Bali’ baru di Indonesia. Namun, dia berharap Kementerian Pariwisata juga mau membangun sekolah-sekolah pariwisata di sekitar Danau Toba.

“Ini untuk menciptakan SDM-SDM yang berkualitas di bidang wisata, dan juga mendidik anak-anak muda di sekitar Danau Toba untuk menjadi pengusaha-pengusaha di bidang pariwisata,” ujar dia.