Luhut Pandjaitan: Orang Batak di Danau Toba Jangan Palak Turis!

Jordan Silaban | Selasa, 26 Juli 2016 06:07:54

Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mangulosi Menteri Pertanian Amran Sulaiman/Facebook
Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mangulosi Menteri Pertanian Amran Sulaiman/Facebook

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Luhut Pandjaitan menanggapi serius adanya laporan soal pungutan liar (pungli) di pintu masuk kawasan wisata Parapat, Kabupaten Simalungun,  termasuk pada musim libur lebaran yang lalu.

Oleh karena itu, Luhut meminta masyrakat Batak di sekitar Parapat untuk tidak memalak wisatawan.

"Masyarakat Batak di sekitar Danau Toba harus bersikap ramah khususnya kepada wisatawan. Turis jangan dipalak. Pemerintah pusat sudah melakukan persiapan agar Danau Toba menjadi destinasi pariwisata,” ujar Luhut, lewat keterangan tertulis, Senin (26/7).

Pria kelahiran Silaen, Toba Samosir ini, menyampaikan bahwa pemerintah sudah pembangunan untuk pengembangan Danau Toba sebagai tempat wisata internasional. Misalnya, pembangunan jalan tol dari Medan ke kawasan Danau Toba akan tuntas tahun 2019.

"Hal ini tentunya berdampak positif dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba," ujarnya.

Pencemaran Danau Toba

Namun demikian, Luhut melihat pencemaran yang terjadi di Danau Toba luar biasa sehingga diperlukan penanganan serius untuk mengatasinya.

Dalam dialog nasional di Medan, Senin (25/7), Luhut mengatakan jika tidak disiapkan langkah yang serius dan tegas dikhawatirkan pencemaran tersebut akan sulit diatasi dengan cepat.

(BACA JUGA: FPI Protes Babi Panggang Karo, Josua Siregar Surati Jokowi)

Ikan mati di Danau Toba/antara

Pihaknya mendukung Pemprov Sumut yang telah menyiapkan sejumlah rencana aksi untuk mengatasi pencemaran tersebut, terutama untuk mendukung program pengembangan Danau Toba.

"Karena lintas kabupaten, tidak usah ragu, saya dukung," katanya dalam dialog dengan tema “Peranan Tokoh Masyarakat dalam Membina Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam Bingkai NKRI’.

Menurut Luhut, cukup banyak faktor penyebab pencemaran tersebut danau yang menjadi kebanggaan warga Sumatera Utara tersebut.

(BACA JUGA: Presiden Jokowi Akhirnya Teken Perpres Otorita Danau Toba)

Salah satu perusahaan yang ikut memberikan andil dalam pencemaran tersebut adalah PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang bergerak dalam produksi bubur kertas.

Untuk itu, perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Toba Samosir tersebut perlu memperbaiki teknologinya, pengolahan limbahnya, dan memiliki HTI tersendiri agar tidak menebang hutan yang lain.

Pemangku kepentingan di Sumut juga diingatkan untuk tegas dalam menegakkan aturan, terutama jika mengetahui adanya praktik yang merusak lingkungan.

"Jangan karena diberi recehan, lalu lupa. Kita berdosa sama anak cucu. Cari makan masih banyak di tempat lain. Jangan di limbah kita mainkan," katanya.