Korea Ingin Bangun PLTS Terapung di Danau Toba

Ester Napitupulu | Minggu, 31 Juli 2016 19:07:11

Danau Toba/linkedin
Danau Toba/linkedin

Danau Toba semakin jadi sorotan dunia. Terbaru, Korea Environmental Industry dan Technology Institute (KEITI) berminat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di perairan Danau Toba di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara.

Tidak tanggung-tanggung, dana investasi awal sedikitnya USD 200 juta siap digelontorkan.

"Untuk tahap awal, KEITI berminat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung berkapasitas 10 megawatt di Danau Toba, Simalungun, Sumut," kata eksekutif KEITI Kyung Nam Shin di Medan, belum lama ini.

Dia mengatakan hal itu saat beraudiensi dengan Gubernur Sumut H.T. Erry Nuradi yang diwakili Sekda Provinsi Sumut Hasban Ritonga. Rombangan KEITI itu didampingi angota DPD RI Parlindungan Purba dan pengusaha properti nasional Tomi Wistan.

(BACA: Simalungun & Tobasa Jadi Tuan Rumah Karnaval Kemerdekaan RI ke-71)

Dalam berinvestasi di Sumut itu, kata Kyung Nam Shin, pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah maupun swasta di nasional atau provinsi/kabuapten/kota.

"KEITI yang merupakan lembaga di bawah Kementerian Lingkungan Hidup Korea tentunya akan melakukan investasi PLTS yang ramah lingkungan," katanya.

Teknologi yang akan digunakan pada PLTS di Danau Toba dan Nias itu sudah diterapkan di beberapa bendungan di Korea yang menghasilkan hingga 2 megawatt energi listrik.

Bahkan, teknologi itu juga sudah digunakan untuk berbagai proyek di negara lain seperti Jepang.

Parapat, Danau Toba/blogspot

Ia menjelaskan bahwa PLTS Terapung akan mengurangi kerusakan lahan baik hutan dan pertanian serta penghematan penggunaan lahan.

"Manajemen berharap Pemprov Sumut siap dan mendukung rencana maupun kerja sama membangun PLTS Terapung itu," katanya.

(BACA: Ucapan aktor Tanta Ginting 'Karo Bukan Batak' Menuai Polemik)

Sekda Provinsi Sumut Hasban Ritonga mengatakan bahwa Pemprov Sumut terbuka dan siap melakukan kerja sama dalam investasi apa pun di Sumut.

Investasi si sektor pembangkit energi, kata dia, juga paling ditunggu mengingat Sumut masih membutuhkan banyak energi sejalan dan untuk mendukung perekonomian Sumut.

"KEITI mungkin bisa menjajaki peluang bisnis lainnya atau memanfaatkan KEK Sei Mangkei yang sudah ada," katanya.

Parlindungan membawa investor asal Korea, seperti KEITI, dengan tujuan menarik investasi di Sumut dengan potensi yang luar biasa. 

Apalagi, kata dia, dewasa ini kawasan Danau Toba akan dikembangkan sehingga perlu banyak infrastruktur untuk mendorong lebih cepat kemajuan kawasan itu.