Keramba Dilibas! Petani Ikan Danau Toba Diarahkan ke Kolam Darat

Jordan Silaban | Kamis, 28 Juli 2016 10:07:04

Keramba ikan di Danau Toba/blogspot
Keramba ikan di Danau Toba/blogspot

Keramba jaring apung (KJA) yang mencemari perairan Danau Toba, Sumatera Utara, terus diperangi pemerintahan daerah setempat. 

Misalnya saja Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Samosir yang mengarahkan petani keramba di Danau Toba agar melakukan pembudidayaan di kolam darat.

Wakil Bupati, Juang Sinaga, mengatakan pemerintah kabupaten akan menyosialisasikan serta memberikan pendidikan teknik budi daya ikan di kolam darat kepada masyarakat.

"Intinya kolam darat tidak mencemari air Danau Toba," kata Juang.

(BACA: Ratusan Orang Teken Petisi Usir Perusahaan Swiss dari Danau Toba)

Ikan-ikan mati di Danau Toba/antara

Menurut Juang, pengusulan kolam darat merupakan kebijakan Pemkab Samosir yang berkomitmen membersihkan KJA dari perairan Danau Toba. Semua guna mendukung kawasan Danau Toba sebagai tujuan wisata unggulan.

"Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir tidak mengenal pilih kasih dalam pembersihan KJA, baik itu milik perusahaan modal asing maupun milik masyarakat, harus dibersihkan," tegas Juang.

(BACA: Petani Ikan di Danau Toba Tolak Peniadaan Keramba)

Juang mengaku tidak takut popularitasnya bersama Bupati Samosir, Rapidin Simbolon menurun dengan pembersihan KJA, karena sisa pakan ikan yang terus menerus mengendap merupakan salah satu faktor pencemaran air Danau Toba.

"Selain itu, Ikan Emas sangat punya nilai bagi Suku Batak walaupun ikan ini tidak harus di panen dari KJA," kata Juang.

Danau Toba zero (bersih) dari KJA sesuai hasil kesepakatan dan penandatanganan kepala daerah se-kawasan Danau Toba disaksikan mantan Luhut Binsar Pandjaitan, yang kini menjadi Menko Bidang Kemaritiman, di Medan, beberapa hari lalu.