Kembangkan Wisata Danau Toba, Pemerintah Belajar Sampai ke China

Jordan Silaban | Kamis, 13 Oktober 2016 08:10:11

Danau Toba/kemenpar
Danau Toba/kemenpar

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengunjungi Kota Hangzhou di Republik Rakyat Tiongkok untuk menjajaki kerja sama membangun dan mengembangkan wisata Danau Toba.

"Kunjungan ke Hangzhou menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pertemuan KTT G-20 ke-11 di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, RRT pada 4-5 September 2016," ujar Erry dalam keterangannya dari RRT yang diterima, Rabu (13/10).

Menurut Erry, untuk pengembangan Danau Toba yang sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi utama wisata di Indonesia, pemerintah akan belajar dan bekerja sama dengan banyak pihak termasuk dengan Hangzhou yang objek wisatanya sudah terkenal di dunia.

(BACA: Senyum Sikitlah Demi Danau Toba Rasa Eropa)

Danau Toba yang merupakan danau vulkanik dengan panjang 100 km dan lebar mencapai 30 km diharapkan bisa meniru atau dijadikan seperti Danau Barat (Xihu) di Hangzhou yang bersih.

"Pemprov Sumut akan belajar cara manajemen dan pengelolaan danau di Hangzhou itu," katanya.

Danau Barat (Xihu) di China/chinatravelca.com

Mengutip pernyataan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Gubernur Sumut, mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari RRT ke Indonesia terus meningkat sehingga posisinya di urutan ke-4 teratas setelah Singapura, Malaysia, dan Australia.

Arief menjelaskan bahwa Xihu yang merupakan salah satu danau paling terkenal indah di dunia bisa ditiru Danau Toba.

(LIHAT INFOGRAFIS: 9 Langkah Danau Toba Menuju 'Monaco of Asia’)

Menteri Pariwisata menegaskan salah satu yang mungkin bisa dikerjasamakan adalah pembuatan pedestrian yakni trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki untuk menikmati nuansa bangunan perkotaan dan taman-taman kota/kabupaten.

Pedestrian menjadi indikator pokok bagi kemajuan peradaban dan pembangunan kota masa depan.

"Kerja sama dalam pengembangan 'perfomance' budaya di Danau Toba seperti pertunjukan budaya, pengelolaan parkir kenderaan dan taman serta promosi juga bisa dilakukan dengan RRT," katanya.