Jual Beli Tanah di Samosir Marak, Investor Diberi Marga

Jordan Silaban | Senin, 26 September 2016 09:09:53

Danau Toba dilihat dari Pulau Samosir/batakgaul
Danau Toba dilihat dari Pulau Samosir/batakgaul

Penetapan Danau Toba, Sumatera Utara, sebagai satu dari 10 destinasi wisata andalan Indonesia membuat para investor bergerak. 

Salah satu daerah incaran investor yakni Pulau Samosir, khususnya kawasan wisata Tuktuk hingga Simanindo. 

Ditaksir sudah terjadi kurang lebih 100 transaksi jual-beli tanah pada tahun 2015-2016 di Samosir. Luasnya bervariasi, mulai mulai 1.000 meter persegi hingga 2 hektar. 

”Kondisi ini memprihatinkan karena banyak warga yang sebelumnya hidup sederhana akhirnya tergiur dengan uang yang menurut mereka sangat banyak,” kata Direktur Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Medan Markus Manurung OFM Cap, seperti dikutip Harian Kompas, Rabu (21/9). 

Lahan yang diincar investor rata-rata adalah lahan di tepi Danau Toba. Namun, lahan di bukit dengan pemandangan menarik juga tidak masalah.

Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendirikan hotel dan fasilitas pariwisata. 

Markus khawatir warga akhirnya hanya akan menjadi penonton dalam industri pariwisata yang tengah dikembangkan di Danau Toba. 

(BACA: 2.400 Hektar Hutan Kawasan Pusuk Buhit Samosir Terbakar)

Menurut Markus, satu notaris di Samosir mengaku telah melakukan lebih dari 30 transaksi alih kepemilikan lahan selama 2015-2016. Sementara di Samosir ada tiga notaris. 

Jumlah transaksi diperkirakan mencapai lebih 100 kali karena banyak alih kepemilikan lahan yang hanya dilakukan di depan kepala desa. 

Kebanyakan pembeli investor kemudian diberi marga. ”Investor membeli 1 hektar lahan Rp 2 miliar, tentu warga tergiur,” kata Markus.

Peta pengembangan wisata Danau Toba/Perpres No 49 Tahun 2016

 Markus mengatakan, pihaknya menyerukan agar masyarakat memikirkan masa depan. ”Dalam khotbah di gereja kami menyerukan agar masyarakat tidak menjual tanah, bisa disewakan, atau bagi hasil,” tutur Markus. 

Pihaknya juga menyerukan agar wisata yang dikembangkan di sekeliling Toba adalah soft tourism.

Untuk diketahui, Pemerintah telah menetapkan Danau Toba sebagai destinasi wisata utama di Tanah Air bersama sembilan daerah lain. Pemerintah menargetkan terjadi investasi Rp 21 triliun hingga 2019 di Danau Toba.