Jelang Jokowi Datang, Tak Ada Instruksi Danau Toba ‘Zero’ Keramba

Jordan Silaban | Sabtu, 13 Agustus 2016 07:08:17

Presiden Jokowi di Danau Toba/Setpres
Presiden Jokowi di Danau Toba/Setpres

Jelang kedatangan Presiden Jokowi ke Parapat dan Balige, Sumatera Utara, pada 20-21 Agustus mendatang, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ternyata tidak melakukan pembersihan keramba jaring apung (KJA).

Sebab, tidak ada instruksi khusus Pemprov harus melakukan ‘zero’ keramba sebelum Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) 2016 digelar.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumatera Utara Wan Hidayati mengatakan, pihaknya telah diajak untuk membahas kegiatan yang menjadi bagian rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 tersebut.

Namun dalam rapat yang dihadiri tim dari pemerintah pusat itu tidak ada kesepakatan untuk menertibkan keramba jaring apung (KJA).

(BACA: Slank akan 'Luluhlantakkan' Panggung Mengapung di Danau Toba)

Keramba di Danau Toba/ant

Dalam berbagai rapat yang lain juga belum ada pembahasan untuk menertibkan KJA terkait kunjungan Presiden Jokowi tersebut.

"Saya diajak ikut rapat, hanya berkaitan dengan karnaval," katanya seperti dikutip Antara.

Menurut dia, BLH Sumatera Utara hanya diinstruksikan untuk menyiapkan warga yang pernah menerima penghargaan Kalpataru yang bergerak dalam pelestaian lingkungan.

"Kami hanya diperintah menyisiapkan Saka Kalpataru, termasuk Dinas Kehutanan untuk disiagakan di lokasi (karnaval)," ujar Wan Hidayati.

(BACA: 3 Alasan Kenapa Orang Batak Nyaris Tak Mungkin Jadi Teroris)

Sebelumnya, pemerintah menetapkan Sumatera Utara sebagai tuan rumah perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-71 yang dipusatkan di Danau Toba dengan nama kegiatan "Karnaval Kemerdekaan Pesona Dana Toba".

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 19-21 Agustus 2016 yang dihadiri Presiden Jokowi, perwakilan seluruh provinsi di Indonesia dan sejumlah negara sahabat.