Jabu Na Ture, Desain Pemenang Sayembara Homestay Danau Toba

Ester Napitupulu | Rabu, 02 November 2016 15:11:52

Danau Toba/batakgaul
Danau Toba/batakgaul

Para arsitek muda dari CV Realline Studio sukses menjadi pemenang utama desain homestay (rumah tinggal) dalam Sayembara Desain Arsitek Nusantara 2016. Juara untuk kategori destinasi Danau Toba, karya desain itu diberi nama 'Jabu Na Ture'. 

Desain homestay yang diserahkan kepada Kementerian Pariwisata, Selasa 25 Oktober lalu, bakal menjadi pertimbangan tim percepatan pembangunan Danau Toba dalam membangun rumah wisata milik masyarakat.

”Mimpi yang sebentar lagi terwujudnya adalah kami membayangkan rumah kami berada tepat di pinggir Danau Toba, dengan keelokan danau, air yang tenang, seperti lukisan pemandangan yang sejuk nyaman. Itulah mimpi yang mudah-mudahan segera terwujud,” ujar Ketua Tim CV Realline Studio, Deni Wahyu Setiawan, belum lama ini.

Lebih lanjut Wahyu memaparkan, Jabu Na Ture punya arti banyak bagi karifan lokal di Danau Toba. Tim memang membuat khusus desain homestay itu sebagai rumah yang nyaman untuk wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

”Yang kami pikirkan di desain homestay ini adalah pencahayaannya. Dadi sensasi cahaya dan udara yang sejuk di Danau Toba akan terasa hingga di dalam rumah,” ujarnya. 

"Itulah keunggulan Jabu Na Ture dan kenikmatan si wisatawan. Sangat bagus banget kalau jaraknya hanya 500 meter dari Danau Toba,” imbuh Wahyu.

Jabu Na Ture artinya rumah yang bagus, komplet atau selaras. Memiliki makna sebagai rumah hunian yang indah selaras alam. 

”Dan semua terkoneksi kembali dengan kebudayaan lokal, melalui respresentatif filosofi rumah Batak. Sekarang sudah mulai hilang, dengan homestay yang kami bikin semoga akan bangkit lagi dan muncul lagi. Tapi bedanya, desain kami akan membuat Anda betah di rumah,” ujarnya.

Dalam menciptakan karya itu, Wahyu tidak sendirian. Pria yang berdomisili di Semarang itu memiliki tim, antara lain adalah Christian Ihotasi Siregar, Hendrayawan Setyanegara, Ricky, Gabriel Hutagalung, Muhammad Najib Sholeh dan Bayu Andika Putra. 

Seperti diketahui, Sayembara Desain Arsitek Nusantara 2016 diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif, Kementarian Pariwisata dan PT Propan Raya sebagai panitia pelaksana.