Ini Aturan Baru Main Jet Ski di Danau Toba

Coky Simanjuntak | Kamis, 28 Juli 2016 09:07:54

Jet ski di Danau Toba/antara
Jet ski di Danau Toba/antara

Penataan wisata Danau Toba, Sumatera Utara, terus dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Terbaru, Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengatur tata cara penggunaan jet ski di kawasan objek wisata yang masuk wilayahnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Samosir, Dosi Raja Simarmata menjelaskan, atraksi para operator jet ski di sekitar pantai Danau Toba di kawasan Tuktuk Siadong dan Parbaba, Kecamatan Simanindo, tidak diperbolehkan lagi, kendati itu dilakukan untuk menarik perhatian penyewa atau pengunjung. 

Pengaturan itu, kata dia, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung di lokasi wisata tersebut.

"Sesuai kesepakatan dengan pengurus PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Samosir, harus berjarak lebih dari 50 meter dari pantai," kata Dosi di Samosir, Rabu (27/4).

(BACA: Jokowi akan Lepas Karnaval Kapal Pakaian Adat di Danau Toba)

Danau Toba/blogspot

Selain itu, pemesan jet ski atau transaksi juga tidak diperbolehkan di lokasi objek wisata, tetapi harus melalui telepon selular atau resepsionis hotel-hotel.

Dosi mengatakan, pihaknya sudah memberlakukan aturan tersebut di kawasan Tuktuk Siadong yang terdata ada 37 unit speed boat.

Untuk kawasan pantai pasir putih di Parbaba, Dishubkominfo sudah memberikan surat pemberitahuan terkait pendataan dan pemeriksaan kelaikan speed boat pada minggu depan.

Dishubkominfo juga sudah meminta supaya pemilik tidak lagi menggunakan anak-anak remaja untuk mengoperasikan wahana permainan itu.

"Kita berupaya mengantisipasi risiko di air," kata Dosi.

(BACA: Luhut Pandjaitan Imbau Orang Batak di Danau Toba Jangan Palak Turis!)

Terkait cuaca ekstrem di perairan Danau Toba, Dishubkominfo kembali mengingatkan pemilik kapal penumpang kayu agar tidak menaikkan penumpang di atas dan melebihi kapasitas.

Biasanya, pada hari berbelanja, warga dari berbagai desa bertransaksi di Pasar Pangururan dengan menumpang kapal kayu pergi pulang.

"Ini harus menjadi perhatian bersama, demi keselamatan diri," kata Dosi.