Hebat! Pantai Danau Toba di Parapat Sudah Bersih dari Keramba

Jordan Silaban | Selasa, 05 Juli 2016 10:07:52

Parapat, Danau Toba, Sumatera Utara/www.indonesia-holidays.com
Parapat, Danau Toba, Sumatera Utara/www.indonesia-holidays.com

Upaya pembersihan keramba jaring apung di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, serius dilakukan. Misalnya saja, Pemkab Simalungun membersihkan pinggiran danau di Parapat yang masuk wilayahnya.

Lurah Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Ferry Risdonni Sinaga mengatakan, upaya pembersihan Parapat tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Simalungun JR Saragih.

Upaya itu, kata dia, merupakan bentuk komitmen Pemkab Simalungun dalam melakukan pembenahan di kawasan Parapat, terutama di Kelurahan Tiga Raja dalam mendukung program pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba dan menyambut perayaan Idul Fitri 1437 Hijriyah.

Kawasan pantai Danau Toba di pinggiran jalan setapak sepanjang satu kilometer tampak bersih dari keramba jarung apung. Tempat memancing juga dibongkar.

(BACA: Sebelum Jokowi Datang Lagi, Danau Toba Harus Bersih dari Keramba!)

Presiden Jokowi menikmati alam Danau Toba/Setpres

Titik-titik tempat pembuangan sampah yang merusak keindahan pantai Danau Toba juga dibersihkan dan tidak diperkenankan membuang sampah sembarangan.

"Kami langsung melakukan pembersihan secara rutin tanpa penjadwalan waktu," katanya.

Pihak kelurahan juga mengaku melakukan pendekatan persuasif guna menumbuhkan kesadaran warga tentang pentingnya kebersihan untuk menarik kunjungan wisatawan, dan mewajibkan bersih rumah untuk urusan dokumen kependudukan.

(BACA: Warga Parapat Tak Bisa Urus KTP kalau Lingkungan Rumah Jorok)

Risdonni mengatakan, kelurahan juga mengimbau pelaku wisata di sekitar pantai untuk bersikap ramah dalam melayani para tamu supaya betah berlama-lama.

"Kami imbau mereka membuat harga makanan dan pinjaman tikar, sama, tidak berbeda-beda," kata Donni.

Penyedian makanan, restoran, kedai atau rumah makan juga diimbau menempelkan harga makanan di meja masing-masing.

"Intinya pelaku wisata dan warga harus memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi pengunjung," katanya.