Go Digital, Cara Utama Promosi Wisata Danau Toba

Jordan Silaban | Sabtu, 05 November 2016 10:11:31

Danau Toba/kemenpar
Danau Toba/kemenpar

Pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun Danau Toba, Sumatera Utara, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Lalu bagaimana mempromosikannya ke wisatawan?

Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, tidak ada cara lain mempromosikan Danau Toba, selain melalui media digital.

“Tidak ada cara lain. Go Digital! Customers kita sudah digital lifestyle, sudah bergaya hidup digital,” kata Arief di Jakarta, belum lama ini.

Arief menjelaskan, 70 persen orang kini sudah search and share melalui digital. "Karena itu kita tidak boleh menggunakan cara konvensional untuk menjaring mereka,” ujarnya. 

"Ketika customers sudah berubah, maka kita sebagai penyedia jasa juga haru berubah pula,” imbuhnya lagi.

Menpar Arief Yahya berpakaian adat Batak/batakgaul

Arief mengatakan, Kemenpar akan menyediakan pasar digital. Kemudian para pelaku industry dan pebisnis menggunakan pasar itu untuk berjualan. 

"Pasar itu tidak tampak mata, tetapi berada di dunia maya, atau istilahnya digital market place. Pasarnya itu sendiri kita sebut ITX (Indonesia Travel Xchange). Kelak semua industriterkait dengan pariwisata ada di situ,” ujarnya.

Samsriyono Nugroho, Stafsus Menpar Bidang IT menjelaskan kebijakan 'Go Digital Be The Best' yang akan dilakukan Kemenpar itu sudah akan running 2017. Lalu teknisnya disambung oleh Claudia Ingkiriwang, Ketua Probis Indonesia Travel X-change (ITX), Sigma. 

“Para pelaku industri pun senang, karena program digitalisasi ini mengantarkan mereka menuju era baru, yang more digital more personal, more digital more global, more digital more professional,” jelas Sam.

Selain itu, mereka hadir tanpa dipungut biaya, difasilitasi oleh Kadisparda Sumut. Mereka akan dibuatkan template website, mereka diajari bagaimana posting di web untuk media mereka sendiri.

Lalu dibuatkan sistem booking dan sistem pembayaran yang semuanya gratis. “Jika membuat sendiri, bisa habis Rp 300-400 juta, tapi ini dibebaskan, agar lebih banyak industry yang masuk,” lanjut Sam.

SPONSORED
loading...