Gereja Katolik Siap Partisipasi Majukan Wisata Danau Toba

Coky Simanjuntak | Selasa, 02 Agustus 2016 08:08:22

Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B Sinaga/penakatolik.com
Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B Sinaga/penakatolik.com

Kesiapan membangun wisata Danau Toba, Sumatera Utara, datang dari semua elemen masyarakat, tak terkecuali kalangan agamawan.

Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan menyatakan siap berpartisipasi dan bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan wisata di sekitar danau kebanggaan orang Batak tersebut.

"Sejak dulu Keuskupan Agung Medan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh realitas kehidupan dan perkembangan masyarakat di kawasan Danau Toba," kata Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B Sinaga OFM Cap di Samosir, Senin (1/8).

Kesiapan itu disampaikan pada penutupan pesta perayaan peringatan Jubileum 75 Tahun Gereja Katolik Paroki Santo Mikael Pangururan di Kabupaten Samosir.

Menurut dia, program pengembangan pariwisata akan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat, baik di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, budaya, mau pun kelestarian lingkungan.

Untuk itu, Keuskupan Agung Medan berharap pemerintah melibatkan masyarakat tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi secara holistik, sejak perencanaan pengembangan itu dimulai.

"Pemerintah harus memberi ruang partisipasi bagi masyarakat setempat dan komponen civil society," ujar Uskup Agung Medan.

Sementara umat Katolik diminta bersama mendukung program pemerintah untuk melakukan pengembangan pariwisata di Danau Toba, dengan mengedepankan "soft tourism" (pariwisata lembut) yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

"Menolak 'hard tourism' non-damai dan yang tidak sensitif terhadap alam, berorientasi jangka pendek, dan tidak memberdayakan masyarakat lokal," katanya.

Selain itu, pengembangan pariwisata juga mesti mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, adil, dan menjunjung tinggi martabat manusia serta adat setempat.