Desa Wisata & Makanan Halal di Danau Toba Bisa Tarik Banyak Turis

Jordan Silaban | Senin, 12 September 2016 09:09:20

Danau Toba/batakgaul
Danau Toba/batakgaul

Tujuh pemerintah kabupaten di sekitar Danau Toba dinilai perlu memfasilitasi pembentukan 'Desa Wisata’. 

Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mendukung program pengembangan sektor pariwisata di danau vulkanis terbesar di dunia itu.

Ketua Komisi B DPRD Sumut Sopar Siburian mengatakan, melalui program tersebut, masyarakat bisa diajak untuk membuat 'homestay' atau rumah tinggal sementara bagi wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba.

“Pemkab perlu memfasilitasi dan mendorong masyarakat untuk menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan wisatawan dalam berkunjung,” kata Sopar seperti dikutip Antara, kemarin.

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah penyediaan makanan yang halal sehingga bisa dikonsumsi semua lapisan masyarakat.

Dengan keberadaan Desa Wisata yang bersih dan didukung keramahtamahan dan ketersediaan makanan yang layak konsumsi, pengunjung diharapkan akan merasa nyaman.

"Kalau pengunjung sudah merasa nyaman, mereka akan datang lagi," katanya.

Dengan demikian, kata Sopar, penyelenggaraan Festival Danau Toba yang dilaksanakan setiap tahun hanya menjadi "pemancing" atau puncak kunjungan wisata.

"Jadi, dengan keberadaan Desa Wisata itu, masyarakat bisa datang tanpa adanya Festival Danau Toba," ujar politisi Partai Demokrat tersebut.

Pemberdayaan masyarakat dengan Desa Wisata juga dapat menjadi bagian dari upaya peningkatakan tingkat perekonomian masyarakat di sekitar Danau Toba.

Tanpa homestay dengan memanfaatkan rumah warga, pengunjung Danau Toba hanya mengandalkan hotel untuk menginap ketika berwisata ke kawasan strategis nasional itu.

"Kalau hotel-hotel yang dikedepankan, investor juga yang kaya," kata Sopar Siburian.