Danau Buatan di Samosir Ini Bukti Kecerdasan Ompung Kita Dulu...

Alex Zetro Siagian | Kamis, 06 April 2017 17:04:15

Aek Natonang/simon siregar
Aek Natonang/simon siregar

Sekira tahun 1950-an, orang-orang Batak yang tinggal di sekitaran lokasi ini memproyeksikannya sebagai lumbung air atau yang lebih kita kenal dengan nama embung. 

"Ini dulu hanya kubangan kecil seperti kolam. Biasanya hanya kubangan untuk kerbau," sebut Pak Tamba, warga sekitar, yang ditemui batakgaul.com di lokasi pekan lalu. 

Meski kala itu alam masih bersahabat, dan sumber air masih mudah didapat, ompung-ompung hita najolo yakin jika generasi selanjutnya akan membutuhkan stok air yang banyak. Karna itulah, danau karya manusia ini disulap. 

"Tapi itulah kecerdasan ompung kita yang dulu, meski pada saat itu sumber air masih banyak, mereka tetap memikirkan generasinya. Sehingga ini dibuat jadi kolam besar untuk menampung air," lanjut Tamba menjelaskan.

Aek Natonang/simon siregar

Dengan cangkul seadanya, kubangan yang dulunya kecil ini terus diperlebar.  "Dikerjakan secara manual dan gotong royong. Sampai hampir 30 hektar luasnya. Pengerjaanya ini bahkan berlangsung hingga bertahun-tahun," ujar Tamba.

Sejak diserahkan kepada pemerintah, embung ini kembali diperbesar menggunakan alat berat hingga saat ini mencapai 55 hektar.

Lalu, dari mana sumber air Aek Natonang?