Bupati di Papua 'Iri' Danau Toba Jadi Perhatian Jokowi

Coky Simanjuntak | Selasa, 21 Juni 2016 22:06:29

Bupati Jayapura Mathius Awaitouw di Danau Sentani/http://jayapurakab.go.id
Bupati Jayapura Mathius Awaitouw di Danau Sentani/http://jayapurakab.go.id

Perhatian besar pemerintah Jokowi terhadap pembangunan wisata Danau Toba, Sumatera Utara, ternyata membuat 'iri' daerah lain. Misalnya saja, Bupati Jayapura, Papua, Mathius Awaitouw yang mengharapkan pemerintah juga memerhatikan Danau Sentani.

Menurut Mathius, danau kebanggan orang Papua itu juga bisa jadi destinasi wisata bertaraf internasional seperti yang diprioritaskan pada Danau Toba.

"Sebagaimana Danau Toba yang telah menjadi prioritas pembangunan pariwisata melalui lima kementerian dengan dana Rp 21 triliun, kami berharap Danau Sentani mendapat perhatian yang sama," ujarnya di Jayapura, seperti dikutip Antara, Senin (20/6).

Dia berpendapat, potensi kepariwisataan Danau Sentani sangat tinggi sehingga Pemkab Jayapura telah memulai inisiatif dengan mulai membebaskan areal wisata Kalkote, Danau Sentani.

"Kami sekarang sudah bebaskan kawasan ini hingga tiga hektare sehingga pemerintah bisa dengan mudah menggelar kegiatan wisata di Kalkote," kata dia.

Presiden Jokowi di Danau Toba/Setpres

Sebelumnya, Awaitouw mengundang investor untuk ikut menyelenggarakan Festival Danau Sentani (FDS) yang tiap tahun rutin diadakan di kawasan wisata Kalkote, Kabupaten Jayapura.

"Ini sudah sembilan kali diadakan, kami berharap ada pihak yang berminat menginvestasikan dan sama-sama bekerja dengan masyarakat adat di sekitar kawasan ini," ujarnya.

[LIHAT INFOGRAFIS: 9 Langkah Danau Toba Menuju 'Monaco of Asia']

Penyelenggaraan FDS IX diagendakan berlangsung pada 19-23 Juni 2016, menampilkan puluhan seni dan budaya tradisional Jayapura. Pengunjung juga diberi kesempatan untuk melakukan tur ke sejumlah kampung di kawasan Danau Sentani.

Hadir dalam pembukaan FDS IX 2016, Sekda Provinsi Sandawn, Papua Nugini, Wakil Gubernur Papua, Kepala BNN Papua, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multi Kultur.