Berton-ton Ikan Kembali Mati di Danau Toba, Kali Ini di Samosir!

Jordan Silaban | Rabu, 28 September 2016 18:09:43

Ilustrasi KJA di Samosir/batakgaul
Ilustrasi KJA di Samosir/batakgaul

Kematian mendadak berton-ton ikan terjadi lagi di keramba jaring apung (KJA) perairan Danau Toba. Kali ini, 5 ton ikan nila mati di wlayah Tanjung Bunga, Pangururan, Kabupaten Samosir.

Akibat kejadian ini, para petani ditaksir mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

"Masih banyak ikan mati yang belum diangkat," kata petani KJA Renaldi Naibaho kepada wartawan, Sabtu pekan lalu.

[LIHAT VIDEO: Ngerinya Penumpukan Pakanan Kotoran Ikan di Danau Toba]

Menurut Renaldi, tanda-tanda kematian ikan sebenarnya sudah muncul sejak dua pekan lalu, yakni warna air di permukaan Danau Toba di Tanjung Bunga sudah berubah keruh kekuning-kuningan. Namun, sepertinya para petani ikan belum terlalu menyadari fenomena tersebut. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Samosir, Rencus Simanjorang, menduga kematian ikan akibat kekurangan oksigen. 

“Setelah musim kemarau panjang dan angin kencang melanda Samosir,” ujarnya.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Sumatera Utara menyarankan kepada pemerintah dan institusi terkait lainnya agar menyelidiki kematian lima ton ikan tersebut.

"Kematian ikan nila secara tiba-tiba itu, perlu diketahui secara jelas sehingga petani ikan di kawasan Danau Toba tidak terus mengalami kerugian," kata Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Tarigan di Medan, kemarin.

[BACA: Ikan Batak, Makanan Raja-raja yang Terancam Punah]

Sebab selama ini, menurut dia, petani ikan KJA di kawasan Danau Toba itu selalu mengeluh, dan bahkan tidak mampu lagi membayar pinjaman kredit di bank.

"Pemerintah diharapkan dapat mengatasi dan sekaligus mencari solusi mengenai penyebab kematian ikan yang sedang dibudidayakan oleh warga masyarakat di daerah tersebut," ujar Tarigan.

Penyebab kematian ikan yang dipelihara di daerah objek wisata Danau Toba itu, harus dapat diketahui sehingga pengusaha KJA agar lebih hati-hati. Pemerintah perlu menurukan tim ahli bidang lingkungan untuk meneliti penyebab kematian ikan tersebut.