Bagunan di Tepian Danau Toba Ini Diyakini Bernilai Mistis

Alex Zetro Siagian | Rabu, 22 Maret 2017 09:03:04

Tajur, Samosir/batakgaul
Tajur, Samosir/batakgaul

Siboru Naitang kembali ke kampungnya. Sedangkan anjing peliharaan putra raja itu pulang ke Urat untuk mengabarkan jika tuannya sudah tewas dibunuh.

Tak terima dengan perlakuan Siboru Naitang, Raja Sinaga datang ke Pangururan menemui Siahaan Naibaho, orang tua Siboru Naitang untuk meminta pertanggungjawaban. 

Saat itu, Siahaan Naibaho lalu mengumpulkan para saudaranya yakni Sitakkarean Naibaho, Hutaparik Naibaho, Sidauruk Naibaho dan Siagian Naibaho. Lima bersaudara ini lalu berunding dan disepakatilah jika Siboru Naitang harus dihukum. 

Namun karena saat itu Siboru Naitang sedang hamil dari hasil hubungannya dengan saudara kembarnya, penghukuman itu lalu ditunda. Di waktu yang bersamaan, Inar Naiborngin yang dahulu disebut sebagai tabib pergi ke Humbang untuk mengobati penyakit yang melanda kampung itu.

Setelah Siboru Naitang melahirkan dan anaknya diberi nama Sotindoon (dalam bahasa batak berarti 'jangan dilihat' yang diyakini adalah cikal bakal marga Sitindaon). Penghukuman pun akhirnya dilakukan dengan cara menenggelamkannya ke Danau Toba. 

Namun berbagai upaya itu gagal. Meski Siboru Naitang ditenggelamkan bersama batu, ia tetap saja muncul ke permukaan. Upaya itu bahkan disebut berlangsung hingga 7 hari 7 malam. 

Lalu apa yang dilakukan selanjutnya?