Bagunan di Tepian Danau Toba Ini Diyakini Bernilai Mistis

Alex Zetro Siagian | Rabu, 22 Maret 2017 09:03:04

Tajur, Samosir/batakgaul
Tajur, Samosir/batakgaul

Sekilas tempat ini hanya sebatas timbunan di bibir pantai Danau Toba. Di atasnya terdapat bangunan semacam relief dan pondok dengan arsitektur rumah Batak yang berlantaikan keramik seluas 8x7 meter. 

Juga ada pohon besar di samping bangunan  yang terletak dekat Tano Ponggol, Kecamatan Pangururan, Samosir ini.

“Tempat ini disebut Tajur. Dipugar pada 2008 lalu, sebelumnya hanya ada altar di dekat pohon ini,” kata Enjel Naibaho (40), warga sekitar.

Enjel bercerita, konon Tajur ini adalah tempat penghukuman Siboru Naitang Naibaho, diyakini generasi ke-3 dari keturunan Si Raja Naibaho. 

Dahulu, Siahaan Naibaho (generasi ke dua dari marga Naibaho yang kebetulan bernama Siahaan) bermukim di tempat ini. Dia memiliki 6 keturunan, yakni Ompu Bonabius, Ompu Pisarlangit, Simanjalo, Raja Inar Naiborngin, Siboru Naitang dan Si Amporik.

Tajur di Samosir/simon saragih

Siboru Sinaitang dan Raja Inar Naiborngin Naibaho adalah saudara kembar. Setelah mereka sama-sama dewasa, keduanya saling jatuh cinta. 

"Bahkan, Siboru Naitang diyakini sempat mengandung dari hasil hubungan gelap dengan saudara kembarnya itu,” ujar Enjel.

Ketika itu, oleh orang tua mereka, Siboru Naitang ditunangkan dengan anak seorang raja bermarga Sinaga dari Huta Urat (Kini masuk ke daerah Kecamatan Palipi). Walau tak cinta, Siboru Naitang terpaksa menerima perjodohan itu. 

Oleh putra Raja Sinaga, Siboru Naitang lalu dijemput ke rumah orang tuanya yang ada di daerah Pangururan, bersama seekor anjing peliharaannya. 

"Namun saat ditengah perjalanan menuju Urat, Siboru Naitang lalu membunuh calon suaminya itu,” kata Enjel.

Lalu apa yang terjadi selanjutnya?