Aksi Helikopter Kelilingi Danau Toba Munculkan Isu Penggusuran

Jordan Silaban | Jumat, 07 Oktober 2016 07:10:07

Ilustrasi helikopter/batakgaul
Ilustrasi helikopter/batakgaul

Sebuah helikopter yang mengelilingi Danau Toba, Sumatera Utara, pada 22-23 September lalu, memunculkan spekulasi bagi warga Desa Lumban Silintong.

Warga Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir itu menduga kemunculan helikopter tersebut adalah awal dari rencana penggusuran untuk pembangunan jalan di wilayah tersebut. 

Dugaan ini muncul dalam pertemuan Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Maruap Siahaan dan Sekretaris Eksekutif YPDT, Jhohannes Marbun saat menemui warga Lumban Silintong pada Sabtu (1/10).

Isu penggusuran ini memang sudah muncul sejak terpilihnya Bupati Toba Samosir Darwin Siagian dan kedatangan Presiden Jokowi ke Danau Toba awal tahun lalu. Nah, terbangnya helikopter akhir September lalu ini memeruncing isu tersebut.

Dalan ma di padenggan dohot dipalumbang, dipalambas, dipabalga, alana sompit dalan ni angka motor manang kareta (jalanlah yang perlu diperbaiki dan diperbesar, karena jalan mobil dan motor sudah sangat sempit),” ujar Nai Jonias atau Ompu Panataran Boru Hombing (81) kepada YPDT, seperti dikutip danautoba.org.

Danau Toba/kemepar

Ompu Panataran lebih lanjut menduga bahwa penggusuran tersebut berhubungan dengan rencana pemerintah untuk pariwisata Danau Toba. 

“Jadi penggusuran i, ala naeng ro do ninna angka turis i tu Tao Toba (Jadi penggusuran tersebut karena ada rencana kedatangan para wisatawan ke Danau Toba)," terang Ompu Panataran.

Maruap Siahaan menduga bahwa apa yang disampaikan oleh Ompu Panataran terkait rencana pemerintah untuk membuat Jalan Lingkar Luar Danau Toba dalam rangka pembangunan destinasi Pariwisata Danau Toba. 

Namun, menurut dia, seharusnya hal ini tidak terjadi apabila pemerintah pusat maupun daerah lebih dulu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Pemerintah/pemda seharusnya melakukan sosialisasi dan edukasi secara utuh kepada masyarakat, sehingga informasi yang diterima masyarakat tidak kontraproduktif dan justru memunculkan rasa ketakutan dan terkesan seperti teror,” tegas Maruap Siahaan.

Lebih lanjut Maruap Siahaan menjelaskan, situasi demikian, sangat rentan dimanfaatkan oleh para spekulan tanah yang banyak bergerilya di kawasan Danau Toba memanfaatkan ketakutan masyarakat.

“Ini sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak lain yang ingin menguasai tanah-tanah masyarakat di kawasan Danau Toba,” ujar Maruap.

Maruap Siahaan memberikan solusi yaitu pemerintah/pemda perlu memberikan sosialisasi dan edukasi secara intensif kepada masyarakat di kawasan Danau Toba serta melindungi masyarakat dengan membuat perda terkait.

SPONSORED
loading...