Air Terjun 7 Tingkat di Negeri Kepingan Surga Samosir

Alex Zetro Siagian | Sabtu, 01 April 2017 16:04:20

Air Terjun Sitapigagan, Samosir/batakgaul
Air Terjun Sitapigagan, Samosir/batakgaul

Perjalanan kami terus berlanjut mainaiki bukit yang dipenuhi semak. Melelahkan. Tapi, cukup menyenangkan.

Tapi sayang, hari sudah semakin sore, sehingga perjalanan hari ini tidak dapat kami tuntaskan. Kami hanya bisa menyaksikan air terjun sampai tingkat ke-5. 

Kami harus mengurungkan niat ke tingkat ke-6 dan ke-7 karena hari semakin gelap dan tanpa penerangan yang cukup, itu akan berbahaya bagi kami. 

Namun dari air terjun tingkat ke-5 saja, dari atas ketinggian sekira 1000 meter, sudah terlihat jelas hamparan sawah warga di bawah sana. Rumah-rumah warga tampak mengecil. 

Deburan air terjun juga terdengar jelas dari sini. Huh...benar-benar indah 'negeri indah kepingan surga' ini.

Air Terjun Sitapigagan tingkat ke-5, 6 dan 7 dari kejauhan/batakgaul

Konon, menurut Pak Indra Sagala, air terjun ini sering dikunjungi para turis mancanegara. Namun akhir-akhirnya ini tempat ini sepi pengunjung. Wisatawan lokal juga sangat jarang ke sini. 

Maklum, jangankan ke air terjun ini, akses ke Desa Bonan Dolok ini saja masih sangat terbatas. Desa di balik bukit yang berahadapan langsung dengan Danau Toba ini hanya dapat ditempuh dari jalur danau menggunakan kapal motor dari Pangururan, ibu kota Kabupaten Samosir, selama 1 jam perjalanan. 

Untuk akses daratnya, hanya dapat dilalui sepeda motor dengan waktu tempuh yang kurang lebih sama. Itu pun harus melalui beberapa jalur curam. 

Namun jika sudah sampai di desa ini, semua terbayar lunas. Setiap kolam yang airnya jernih bisa kalian ceburi. 

Namun, jika tidak tahan dingin, kalian bisa memilih berenang di Danau Toba yang airnya tidak sedingin Air Terjun Sitapigagan.

Tapi ingat, jika berkunjung ke Desa Bonan Dolok ini, pengunjung harus menghargai kearifan lokal dan adat istiadat setempat. Misalnya, berlaku sopan, dan yang terpenting jangan buang sampah sembarangan.