71 Persen Warga Toba Tak Tahu Rencana Jokowi Kembangkan Wisata

Jordan Silaban | Kamis, 20 Oktober 2016 11:10:31

Presiden Jokowi dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba/batakgaul
Presiden Jokowi dalam Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba/batakgaul

Sebanyak 71 persen warga sekitar Danau Toba ternyata tidak mengetahui rencana pemerintahan Presiden Jokowi dalam pengembangan pariwisata di wilayah mereka. Selain itu, mereka juga tidak tahu harus berperan apa dalam upaya pengembangan wisata tersebut.

Demikian hasil riset Keuskupan Agung Medan di tujuh kabupaten di kawasan Danau Toba, yakni Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Simalungun, seperti dikutip Harian Kompas 15 Oktober 2016. 

Dari riset terhadap 480 responden itu, sebanyak 65 responden juga khawatir tidak memiliki kesempatan menjadi tenaga kerja atau berusaha dalam pengembangan pariwisata itu.

[LIHAT INFOGRAFIS: 9 Langkah Danau Toba Menuju 'Monaco of Asia’]

Selain itu, Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Sinaga OFM Cap mengatakan, pihaknya menemukan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat itu antara harapan dan putus asa. 

"Masyarakat hanya dilibatkan dalam sosialisasi, tetapi belum diberi ruang untuk berpartisipasi,” kata Anicetus.

[BACA: Sambal Tombur, Masakan Batak Favorit Presiden Jokowi]

Selain itu, peralihan kepemilikan lahan juga menjadi sorotan. Menurutnya, harga yang tinggi membuat warga tergiur menjual lahannya. Ini membuat 84 persen responden khawatir sengketa lahan akan terjadi. 

”Lahan di kawasan Toba harus tetap dimiliki oleh warga setempat. Kami rela jika lahan itu untuk kepentingan umum,” tuturnya.

SPONSORED
loading...