6 Orang Kaya Siap Jadikan Danau Toba seperti Nusa Dua Bali

Ester Napitupulu | Sabtu, 24 September 2016 08:09:18

Danau Toba/batakgaul
Danau Toba/batakgaul

Pengembangan pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara, jelas memerlukan modal yang besar. Oleh karane itu, enam konglomerat dalam negeri siap menggelontokan uangnya untuk invesitasi di danau vulkanis terbesar dunia ini.

"Ada orang kaya Indonesia, jumlahnya enam orang. Setelah melihat, mereka sudah sepakat akan investasi di sana,” kata Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Hal itu dikatakan Luhut seusai rapat tentang Danau Toba dan Nias di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (20/9).

(BACA: Desa Wisata & Makanan Halal di Danau Toba Bisa Tarik Banyak Turis)

Menurut Luhut yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM, keenam investor itu akan ikut menanamkan modal untuk pengembangan wisata di danau kebanggan orang Batak tersebut.

Kawasan itu rencananya akan diisi dengan balai pertemuan juga resort.

"Jadi nanti pengembangannya sama seperti di Nusa Dua. Ada resort dan 'convention center'. Sehingga 'convention center' jangan hanya di Bali, jadi orang bisa pindah (cari tempat) di Toba," katanya.

Peta pengembangan wisata Danau Toba/Perpres 49 No 2016

Luhut mengaku, para investor sudah mendesak agar segera ada kepastian kapan proyek investasi bisa terealisasi.

Sayangnya, menurut dia, masih ada sejumlah masalah yang belum rampung termasuk legalisasi lahan di lokasi wisata tersebut.

Oleh karena itu pihaknya mengumpulkan sejumlah pihak dalam rapat yang digelar di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Selasa siang.

Luhut menjelaskan, rapat tersebut membahas masalah pemindahan status lahan berdasarkan surat dari Gubernur Sumatera Utara kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Ini karena investornya yang mendesak kami. Makanya kami juga bahas kapan bisa mulai kerja di sana? Kapan desain awal itu didapat? Kami juga buat desain siapa yang mau kerjakan infrastruktur di dalamnya selerti air atau listrik," jelasnya.

(BACA: Cerita Rapat 7 Presiden RI Bahas Danau Toba Pakai Bahasa Batak)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada tanggal 1 Juni 2016 telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Payung hukum itu diterbitkan dalam rangka menguatkan upaya pengembangan kawasan wisata Danau Toba yang masuk dalam 10 destinasi pariwisata prioritas yang akan diakselerasi pengembangannya.