Tulila, Alat Musik ‘Mistis' Batak Penakluk Wanita

Ester Napitupulu | Minggu, 13 November 2016 10:11:14

Hardoni Sitohang bermain Tulila/youtube
Hardoni Sitohang bermain Tulila/youtube

Tidak seperti Suling, Tulila nyaris tidak dikenal oleh kalangan generasi muda Batak sekarang. Padahal, keduanya sama-sama alat musik tiup khas Bangso Batak.

Musisi Batak yang juga pemain Tulila, Hardoni Sitohang, mengatakan, pada umumnya alat musik Batak Toba adalah alat komunikasi kepada Tuhan. Baik dalam keadaan sedih, suka cita, pesta panen, atau meminta datang hujan.

“Tapi Tulila hanya dipakai sebagai media komunikasi kepada Tuhan secara personal. Kalau dianggap mistis, ya itu pemahaman pada masa itu,” kata Hardoni lewat video Youtube belum lama ini.

Tulila/yale.edu

Mengutip sejumlah referensi, dosen Universitas Negeri Medan ini menjelaskan, Tulila yang bisa mengeluarkan suara seperti burung itu dulunya merupakan alat penakluk wanita yang sombong.

Namun, memainkannya harus melihat waktu, arah mata angin dan lokasi tempat tinggal si perempuan yang ingin ditaklukkan itu.

“Ketika si tulila ini dimainkan si laki-laki, perempuan itu akan mencari bunyi sampai dia ketemu dengan si lelaki itu,” papar pria kelahiran Samosir 23 April 1978 ini.

Setelah bertemu secara langsung, kata Hardoni perempuan itu akan mengingat bahwa laki-laki yang menyapa  itu bermain Tulila. 

“Pada saatnya si perempuan itu akan minta maaf atas sikap dan karakternya pada masa lalu,” ujarnya.

Menurut Hardoni, Budayawan Batak Monang Naipospos pernah mengatakan kepadanya bahwa Tulila dulu digunakan sebagai media pengusir burung.

“Ketika saya tanya kembali, selain itu Tulila digunakan sebagai media martandang (bertamu ke rumah wanita). Ada benang merah, adanya bunyi Tulila bersumber dari suara burung,” kata Hardoni.

SPONSORED
loading...