Sabam Sirait

Coky Simanjuntak | Selasa, 26 April 2016 03:04:23

Sabam Sirait/wordpress
Sabam Sirait/wordpress

Sabam Sirait adalah politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ompung berumur 80 tahun itu juga dikenal sebagai salah satu pendiri Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 10 Januari 1973.

Dia ikut mendeklarasikan PDI - kemudian menjadi PDI Perjuangan - setelah partai yang dia pimpin, Partai Kristen Indonesia (Parkindo), dilebur ke partai banteng tersebut atas perintah Presiden Soeharto.

Di masa Orde Baru, pria kelahiran Tanjung Balai, 13 Oktober 1936 ini banyak mendapat tekanan dari Soeharto. Bahkan, ayah dari politikus muda PDIP Maruarar Sirait ini pernah dua kali dipenjara karena perlawanannya terhadap sang otoriter, Soeharto.

"Pak Soeharto dulu kejam sekali. Saya dua kali dipenjara, kalian saja tidak pernah mengalami," kata Sabam pada Maret 2014 silam.

Oleh karena itu, Ompung Sabam sangat heran ada partai yang kembali menyanjung-nyanjung Soeharto pada kampanye Pemilu 2014 lalu. "Ada partai politik memuji-muji zaman Soeharto, sedih saya," kata Ompung pendukung setia Presiden Jokowi ini.

Karena pengabdiannya kepada negara, Sabam dianugerahi Bintang Mahaputera Utama oleh pemerintahan Jokowi pada Agustus 2015. Meski sudah mendapat penghargaan sipil tertinggi itu, Sabam tetap  tidak sungkan terus mengingatkan Presiden Jokowi.

"Saya minta sama Jokowi dan juga Ahok Gubernur DKI, supaya mereka jujur bekerja dan kerja keras. Satu rupiah pun enggak boleh merampok uang negara," tegas Sabam yang saat muda dikenal sebagai pentolan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini.

Selain bidang politik, Sabam juga dikenal aktif di bidang keagamaan. Dia tercatat pernah menjadi Anggota Panitia Pembaharuan Konfesi HKBP dan Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pada 1989–1999.

Di tengah usianya yang makin menua, Sabam menghabiskan waktunya dengan membaca dan menulis buku. Dan tentu bermain bersama cucu-cucunya.