Burhanuddin Harahap

Coky Simanjuntak | Selasa, 26 April 2016 03:04:23

Burhanuddin Harahap
Burhanuddin Harahap

Burhanuddin Harahap adalah Perdana Menteri ke-9 saat RI masih menganut sistem pemerintahan parlementer di era Presidne Soekarno. Di usianya yang sudah menua (73 tahun), dia tetap tidak tahan melihat kesewenang-wenangan Presiden Soeharto terhadap lawan politiknya. Akhirnya, dia pun melawan sang penguasa Orde Baru bersama 49 tokoh lain lewat Petisi 50.

Pria kelahiran Medan 1917 ini ikut menandatangi dokumen yang berisi penggunaan filsafat negara Pancasila oleh Presiden Soeharto terhadap lawan-lawan politiknya. Petisi yang diteken 5 Mei 1980 ini akhirnya membuat Soeharto naik pitam.

Di masa mudanya, Burhanuddin merupakan perdana menteri yang sukses menggelar pemilu pertama di Indonesia. Sejarah mencatat, pesta demokrasi yang digelar pada 1955 itu berlangsung damai dan lancar, kendati diikuti oleh banyak sekali partai politik.

Burhanuddin menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Anak dari Junus Harahap, seorang jaksa di Medan ini, bergabung dengan Partai Masyumi pada tahun 1946 dan kemudian diangkat menjadi Ketua Fraksi Masyumi di DPRS RI.

Dia meninggal di RS Jantung Harapan Kita pad 14 Juni 1987 dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.