Tahukah Kalian, Tiga Perempat Naskah Batak Kuno Ditulis Dukun!

Coky Simanjuntak | Rabu, 08 Juni 2016 10:06:14

Ilustrasi dukun (datu) Batak/pinterest
Ilustrasi dukun (datu) Batak/pinterest

Dalam budaya Batak, tradisi lisan jauh lebih kuat daripada tulisan. Bahkan, sebagian besar sastra Batak tidak pernah ditulis.

Dalam 'Surat Batak’ (2015), sejarawan Batak asal Jerman Uli Kozok, menjelaskan cerita-cerita rakyat dalam bentuk fabel, mitos dan legenda, umpama dan umpasa, torhan-torhanan, turi-turian, huling-hulingan, tidak pernah ditulis. 

“Tetapi diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi,” tulis Uli.

Tradisi lisan yang kuat ini, kata Uli, bukan karena orang Batak tidak punya tulisan sendiri. Sebaliknya, halak hita sudah berabad-abad memiliki aksara (surat).

“Namun mereka tidak pernah menggunakan sistem tulisannya untuk tujuan sehari-hari,” kata Uli.

Seperti membuat catatan, mengeluarkan dokumen-dokumen, mencatat utang-piutang atau pengeluaran rumah-tangga, mencatat silsilah marganya.  

“Semuanya ini tidak pernah dilakukan dengan menggunakan pena melainkan secara lisan saja,” kata profesor di Universitas Hawaii ini.

(BACA: Surat 'Sakti' Ini Picu Banyak Pemuda Batak Merantau ke Jakarta)

Uli menjelaskan, orang Batak menggunakan tulisannya hanya untuk tiga tujuan, yakni:

1. Ilmu kedukunan (hadatuon)
2. Surat-menyurat (termasuk surat ancaman)
3. Ratapan (hanya di Karo, Simalungun, dan Angkola-Mandailing).

Pustaha Batak/ipll.manoa.hawaii.edu

Menurut Uli, tiga perempat naskah yang berkaitan dengan Batak membahas hal-hal yang berkaitan dengan ilmu kedukunan atau hadatuon. Karena yang berhak untuk menulis perihal hadatuon adalah para dukun (datu), maka sebagian besar penulis Batak kuno adalah dukun. 

"Pengetahuannya terutama ditulis pada buku kulit kayu, tetapi kadang-kadang mereka juga menggunakan bambu atau tulang kerbau,” kata Uli.

Sementara, seperempat naskah yang lain ditulis oleh orang biasa, atau seorang raja. Tulisan misalnya, seputar surat yang mengandung ancaman jika si penulis merasakan ketidakadilan atau tulisan tentang kematian orang tua atau kerabat lainnya serta juga percintaan yang gagal.