Sitohang Bersaudara, Pelestari Musik Batak di Era Milenia

Tuntun Siallagan | Kamis, 08 Desember 2016 07:12:22

Hardoni Sitohang, Martahan Sitohang dan Martogi Sitohang/batakgaul
Hardoni Sitohang, Martahan Sitohang dan Martogi Sitohang/batakgaul

Di tengah serbuan musik-musik modern, masih tersisa mereka yang bertahan melestarikan musik tradisional. Misalnya saja Keluarga Sitohang, yang sejak puluhan tahun konsisten mewarat dan mempromosikan kesenian musik Batak.

Adalah Guntur Sitohang asal Harian Boho, Kabupaten Samosir, sang pelestari itu. Pria 80 tahun tersebut bukan hanya pemain, namun juga pembuat alat-alat musik Batak.

Kini Guntur tidak sendiri dalam merawat kesenian warisan  leluhurnya. Dari istrinya, Tiamsah Habeahan, Guntur mempunyai 11 anak, yang hampir semua bisa memainkan alat musik Batak.

Namun dari semua anaknya itu, ada tiga yang paling dikenal publik sebagai pemain sekaligus pelestari musik Batak.

Pertama adalah Martogi Sitohang, anak keempatnya. Pria 46 tahun yang akrab dengan sapaan 'Seruling Sang Guru' itu sudah malang melintang di dunia musik tradisional Batak. Bahkan dia sudah kerap mengenalkan musik tradisonal Batak ke kancah internasional.

Martogi Sitohang/FB

Di Indonesia sendiri, lulusan Fakultas Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara (USU) itu sudah beberapa kali menggelar konser yang luar biasa. Antara lain konser 1.000 seruling, konser 2.000 seruling dan konser 5.000 seruling.

"Saya memilih tetap bertahan terhadap nilai tanpa memperhatikan pasar. Memang sulit, tapi itu merupakan langkah untuk tetap melestarikan musik tradisional Batak yang lambat laun sudah mulai memudar," ujar Martogi kepada batakgaul.com belum lama ini.

Ke depan, Martogi pun berencana untuk melangsungkan konser 1 juta seruling. Bahkan dia berkeinginan untuk membuat video tentang bagaimana cara bermain musik tradisonal Batak dan juga cara menciptakan musik Batak yang bisa membuat orang tidur nyenyak.

"Atau bisa juga dengan bermeditasi. Menyembuhkan penyakit. Jadi kalau mendengar musik itu, seseorang bisa disembuhkan," terangnya.

Kedua adalah Hardoni Sitohang, anak ketujuh Guntur.

Bagaimana kiprahnya?