Siantar Rap Foundation, Rap-nya Anak Muda Batak

Tuntun Siallagan | Senin, 09 Januari 2017 11:01:36

Siantar Rap Foundation/istimewa
Siantar Rap Foundation/istimewa

Musik rap kembali kembali digandrungi oleh anak muda Indonesia. Utamanya setalah sejumlah rapper tanah air, seperti Young Lex dan Rich Chigga, populer lewat penampilannya di Youtube.

Bicara soal rap, anak muda Batak ternyata tidak ketinggalan. Adalah Siantar Rap Foundation (SRF) yang sukses memadukan unsur rap dari Barat dengan musik tradisional Batak.

"Kalau kita berpijak di dua sisi. Pertama Hiphop dan kedua budaya. Dan kebetulan visi dan misi kita itu untuk memperkenalkan budaya melalui Hiphop,” ujar Awenz salah satu personel SRF kepada batakgaul.com belum lama ini.

Sudah empat album yang dihasilkan empat anak muda asal Siantar ini. Di tahun 2017 ini, Awenz (DJ) bersama 3 personel SRF lainnya, yakni Alfred Phobia (Rapper), Petrus Novlin Simarmata (Rapper / Singer), dan Alfred Rey (Rapper), berencana merilis album kelimanya. 

"Genre dan karakternya (untuk album kelima) masih sama, memadukan unsur Rap dengan musik tadisional Batak," ujar Awenz.

(LIHAT VIDEO: Dahsyat! Gadis Kecil Ini Nyanyi Batak Sambil Ngerap!)

Siantar Rap Foundation/istimewa

Sejak dibentuk tanggal 16 Agustus 2013 lalu di kota Pematang Siantar, SRF memang langsung diterima masyarakat Sumatera Utara khususnya orang Batak. 

Paduan dua unsur musik yang sangat berbeda itu menjadi nilai plus SRF di telinga masyarakat.

Dikisahkan Awenz, SRF berdiri ketika dia mencoba memadukan unsur rap dengan musik tradisonal Batak. Atas keuletannya itu, setahun berikutnya Awenz dkk berhasil merilis album perdana.

Dalam album perdana bertajuk 'Batak Swag Ethnic' ini, SRF membawakan 10 lagu.

Adakah lagu berbahasa Batak-nya?

SPONSORED
loading...